Saat ini berbagai jenis pijat dapat kita jumpai. Tetapi, jenis pijat apa yang aman dilakukan setelah berolahraga?
Tujuan dan manfaat dari pijat setelah berolahraga pada umumnya antara lain melancarkan peredaran darah, mengurangi ketegangan pada saraf, meminimalkan pegal-pegal setelah berlatih atau bertanding, mempercepat proses pemulihan jaringan otot yang rusak, mempersiapkan kondisi tubuh untuk dapat kembali beraktivitas, serta memberikan efek relaksasi dan rasa nyaman. "Tapi, pijat tidak diperbolehkan bila ada beberapa kondisi seperti cedera memar karena terbentur atau mengalami luka terbuka," ujar Jansen Ongko MSc, R.D, Pakar Gizi dan Konsultan Kebugaran.
Kerusakan halus pada jaringan otot setelah olahraga merupakan hal yang tidak dapat dihindari, terutama untuk pemula. Bahkan, atlet yang rutin berolahraga pun tidak luput dari pegal-pegal apabila intensitas olahraganya terus meningkat. Lewat proses regenerasi sel, tubuh akan menambah jumlah jaringan ototnya sebagai bentuk persiapan untuk menerima tekanan yang lebih berat. Jika mengacu pada penelitian terbaru, jenis pijat yang paling baik untuk dilakukan setelah berolahraga adalah pijat seluruh badan, terutama pada otot yang paling banyak digunakan atau kelelahan.
Namun, jangan berlebihan. Terlalu sering pijat setelah olahraga akan membuat efek ketergantungan pada tubuh. Saat pijat tidak sempat dilakukan, efek sampingnya adalah memperlambat fase penyembuhan dan membuat tubuh terasa lebih tidak nyaman. (f)