Sex & Relationship
Perkembangan Kontrasepsi untuk Pria

28 Oct 2015

Efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan alat kontrasepsi pada wanita dan pemikiran bahwa kontrasepsi bukan hanya tanggung jawab wanita sebagai pemilik rahim, mendorong berbagai pihak untuk mengembangkan alat kontrasepsi untuk pria.

Saat ini ada dua macam alat kontrasepsi untuk pria yang hampir siap dipasarkan secara luas. “Berupa obat minum dari tanaman gandarusa yang sejak dulu digunakan masyarakat Papua untuk menghambat kehamilan. Alat kontrasepsi ini bertujuan untuk mencegah pembentukan sperma, sifatnya reversible, dan tidak permanen. Meski di Papua penggunaannya sudah lama, masih butuh penelitian lanjutan untuk mengetahui dosis yang tepat dan efek sampingnya,” jelas Dr. dr. Indra G. Mansur DHES Sp.And dari Departemen Biologi Kedokteran, FKUI. 

Advertisement
Jenis lain yang dikembangkan di India dan kini diuji lebih lanjut oleh perusahaan farmasi di Amerika adalah kontrasepsi yang disebut RISUG (reversible inhibition of sperm under guidance) atau juga bisa disebut vasalgel. Kelebihan kontrasepsi ini adalah reversible dan tidak ada sumbatan. Sehingga bagi pria, secara psikologis ejakulasi akan terasa tuntas.

“Ini adalah pengembangan dari vasektomi, tapi sifatnya reversible, tidak permanen. Caranya, pada saluran sperma disuntik semacam gel yang akan melapisi saluran itu sehingga menebal, tapi tidak tersumbat seluruhnya. Selain menghambat sperma, gel tersebut juga berfungsi untuk merusak sperma yang berhasil lewat. Gel ini bisa bertahan 10 tahun dan jika tidak lagi diperlukan gel itu bisa dirontokkan,” ujar dr. Indra. Kabarnya, kontrasepsi ini akan segera diluncurkan. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?