“Ini adalah pengembangan dari vasektomi, tapi sifatnya reversible, tidak permanen. Caranya, pada saluran sperma disuntik semacam gel yang akan melapisi saluran itu sehingga menebal, tapi tidak tersumbat seluruhnya. Selain menghambat sperma, gel tersebut juga berfungsi untuk merusak sperma yang berhasil lewat. Gel ini bisa bertahan 10 tahun dan jika tidak lagi diperlukan gel itu bisa dirontokkan,” ujar dr. Indra. Kabarnya, kontrasepsi ini akan segera diluncurkan. (f)