Emas murni memang tidsak beracun, tidak menimbulkan iritasi jika dikonsumsi, tidak bereaksi dengan semua cairan tubuh, dan tidak menambah rasa. Karena itulah, emas juga dipakai untuk menutup lubang gigi dan gigi palsu. Bahkan hiasan emas dikenal sebagai golf leaf-juga merupakan dekorasi mewah pada beberapa dessert premium di Eropa.
“Perawatan yang mengandung emas cocok digunakan oleh wanita yang berusia di atas 35 tahun untuk mengatasi kulit yang berkerut hingga garis halus. Sedangkan perawatan menggunakan berlian dan mutiara, cocok untuk Anda yang berusia di atas 25 tahun dan ingin mendapatkan kulit wajah tampak bercahaya,” ungkap dr. Putri Puspitasari, aesthetic specialist, Murad Skincare.
“Jangan membayangkan bahwa emas, berlian, dan mutiara yang digunakan itu digerus lalu dioleskan ke wajah,” ujar dr. Deby S. Vinsky dari Perfect Beauty Aesthetica Anti Aging Clinic. Emas murni memang tidak beracun, tidak menimbulkan iritasi jika dikonsumsi, tidak bereaksi dengan semua cairan tubuh, dan tidak menambah rasa. Untuk itulah, emas juga dipakai untuk menutup lubang gigi dan gigi palsu. Bahkan bubuk emas ditaburkan pada makanan dan minuman di Eropa dan India.
Agar lempengan keras emas, berlian, dan mutiara ini dapat diserap dengan baik oleh kulit, bebatuan dan logam mulia tersebut akan diubah menjadi partikel mikro superhalus melalui metode nano technology. Butiran yang sangat halus tersebut kemudian dicampurkan ke dalam serum, moisturizer, body lotion, masker, dan produk kecantikan lainnya.
Emas, berlian, dan mutiara yang diserap oleh kulit akan merangsang produksi kolagen untuk mempertahankan dan memperbaiki sel-sel yang menopang elastisitas jaringan kulit. Pada saat yang bersamaan, asam laktat dari air keringat dapat membantu melarutkan nutrisi dari kandungan mineral yang terdapat di dalamnya.
Dikombinasikan dengan berbagai formula yang terdapat pada produk kecantikan, hal ini tentu mempercepat memerangi tanda-tanda penuaan, seperti kulit kendur dan garis halus. (f)