Trending Topic
Peranti Lunak Asli untuk Usaha Kecil Menengah

5 Mar 2013

Perubahan pola pikir untuk menghargai hak cipta peranti lunak sejatinya dilakukan sejak awal membangun bisnis. Para pebisnis kecil dapat memulai langkah kecil ini dengan memanfaatkan produk peranti lunak lokal asli untuk kebutuhan operasional perusahaan. 
Tidak hanya industri kreatif yang umumnya lebih sering bersentuhan dengan peranti lunak, tapi pengusaha kecil dari berbagai bidang industri dapat menikmati manfaat peningkatan produktivitas bisnis mereka dari penggunaan peranti lunak asli. 

“Saat ini sudah banyak produk peranti lunak lokal yang bisa dimanfaatkan, seperti peranti lunak akuntansi untuk mengelola dan menganalisis laporan keuangan perusahaan,” ujar Zain Adnan, Kepala Perwakilan BSA, The Software Alliance di Indonesia. BSA merupakan advokat global untuk industri peranti lunak.

Banyak pengusaha kecil yang berkilah masih menggunakan peranti lunak bajakan dengan dalih modal yang terbatas. Padahal, menurut Zain, sebetulnya itu bisa diantisipasi. “Harga peranti lunak asli buatan lokal sebetulnya masih bisa terjangkau oleh usaha kecil, dan pengusaha bisa mendapatkan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah besar untuk karyawannya."

Advertisement
Dengan menggunakan peranti lunak asli, perusahaan juga bisa mengurangi risiko yang tidak terduga saat proses kerja sama dengan klien. “Bayangkan betapa malunya jika transaksi atau presentasi tender dengan klien gagal karena  tiba-tiba peranti lunak bajakan yang Anda gunakan saat itu mengalami crash karena ada fitur yang tidak komplet atau rusak. Jaminan dari peranti lunak asli juga akan sangat mendukung kualitas portfolio produk Anda saat dijual ke industri karena terbebas dari ancaman hukuman denda atau penjara seperti yang dialami pengguna produk bajakan,” tambah Zain. 

Rahma Wulandari 




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?