Health & Diet
Penyebab Tremor di Usia Muda

18 Jun 2015

Rasanya hampir semua orang pernah mengalami tremor atau gerakan pada bagian tubuh yang tidak terkontrol seperti gemetar. Misalnya, saat mengangkat satu kaki ke depan dan menahannya beberapa lama atau mengalami ketegangan emosi.  Gerakan tak terkontrol yang biasa terjadi pada tangan, jari, atau kaki ini akan hilang setelah otot kembali relaks sehingga tak perlu dikhawatirkan.

”Tremor bukanlah suatu penyakit, tetapi suatu kondisi yang dimiliki oleh semua orang. Ada yang terlihat atau terasa, ada pula yang tidak,” ujar dr. Herianto Tjandradjaja, Sp.S, spesialis saraf dari Eka Hospital BSD, Tangerang. Tapi, ia mengingatkan, ada pula tremor yang patut diwaspadai, yaitu tremor yang terjadi karena suatu penyakit.

•    Tremor Esensial
Umumnya, tremor esensial terjadi pada kedua tangan secara bilateral atau bersamaan. Tremor esensial ada  2 jenis. Pertama, tremor senilis (faktor usia), kerap dialami oleh mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Sebab, makin bertambahnya usia, maka  makin berkurang juga fungsi otak untuk mengontrol gerakan. Kedua,  tremor familial atau tremor yang disebabkan oleh faktor keturunan (genetis).

Biasanya, tremor familial akan muncul di usia antara 20-30 tahun. Namun, dapat juga terjadi pada usia anak-anak hingga remaja. Tremor familial akan lebih mudah dideteksi bila penderitanya lebih dari satu orang dalam satu keluarga.

Advertisement
Tremor esensial tidak hanya terjadi pada jari-jari tangan, tetapi dapat juga terjadi pada rahang, kepala, dan lidah yang menyebabkan suara menjadi goyah.

“Tremor yang terjadi karena kondisi emosi, psikis, kecemasan, dan fisik yang terlalu capek karena melakukan aktivitas, termasuk tremor jenis ini. Semua itu merupakan pemicu utama meningkatnya intensitas gerakan tak terkontrol,” ujar dr.  Herianto. Kurang tidur, gugup, stres, kekurangan vitamin dan elektrolit tertentu, terlambat makan, konsumsi alkohol, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein juga bisa jadi penyebab terjadinya tremor jenis ini.

•    Tremor Simtomatik
Tremor jenis ini umumnya dipicu oleh penyakit degenerasi pada saraf, contohnya parkinson dan distonia (gangguan saraf penggerak otot). Selain itu, penyakit hormonal seperti hipertiroid dan menopause juga memicu meningkatnya intensitas gemetaran pada tremor simtomatik.

Salah satu gejala utama dari parkinson adalah tremor simtomatik yang disertai oleh gejala lainnya, seperti kekakuan pada lengan atau kaki, lambatnya gerakan, dan tidak mampu mempertahankan keseimbangan tubuh. (f)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?