• Tremor Esensial
Umumnya, tremor esensial terjadi pada kedua tangan secara bilateral atau bersamaan. Tremor esensial ada 2 jenis. Pertama, tremor senilis (faktor usia), kerap dialami oleh mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Sebab, makin bertambahnya usia, maka makin berkurang juga fungsi otak untuk mengontrol gerakan. Kedua, tremor familial atau tremor yang disebabkan oleh faktor keturunan (genetis).
Biasanya, tremor familial akan muncul di usia antara 20-30 tahun. Namun, dapat juga terjadi pada usia anak-anak hingga remaja. Tremor familial akan lebih mudah dideteksi bila penderitanya lebih dari satu orang dalam satu keluarga.
“Tremor yang terjadi karena kondisi emosi, psikis, kecemasan, dan fisik yang terlalu capek karena melakukan aktivitas, termasuk tremor jenis ini. Semua itu merupakan pemicu utama meningkatnya intensitas gerakan tak terkontrol,” ujar dr. Herianto. Kurang tidur, gugup, stres, kekurangan vitamin dan elektrolit tertentu, terlambat makan, konsumsi alkohol, atau terlalu banyak mengonsumsi kafein juga bisa jadi penyebab terjadinya tremor jenis ini.
• Tremor Simtomatik
Tremor jenis ini umumnya dipicu oleh penyakit degenerasi pada saraf, contohnya parkinson dan distonia (gangguan saraf penggerak otot). Selain itu, penyakit hormonal seperti hipertiroid dan menopause juga memicu meningkatnya intensitas gemetaran pada tremor simtomatik.
Salah satu gejala utama dari parkinson adalah tremor simtomatik yang disertai oleh gejala lainnya, seperti kekakuan pada lengan atau kaki, lambatnya gerakan, dan tidak mampu mempertahankan keseimbangan tubuh. (f)