Permasalahannya, sering mengompol akan mengganggu kualitas hidup penderitanya dan dapat menimbulkan infeksi saluran kemih serta ruam di kulit. Lebih dari itu, kebiasaan mengompol bisa menjadi salah satu indikator bahwa tubuh Anda perlu segera mendapatkan bantuan medis.
Pascaoperasi
Penyebab: Kasus mengompol pascaoperasi tergolong dalam jenis stress incontinence. Hal ini bisa terjadi setelah Anda menjalani operasi pengangkatan rahim, operasi daerah vagina, operasi daerah saluran kemih (uretra), menopause baik secara alami atau setelah operasi pengangkatan indung telur, operasi daerah kepala dan tulang belakang.
Solusi: Apabila Anda jadi sering mengompol setelah menjalani salah satu operasi tersebut, jangan tunggu lama. Segera berkonsultasi ke dokter yang menangani Anda. "Dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik dan kemungkinan akan melakukan pemeriksakan urodinamik untuk melihat jenis mengompol apa yang diderita pasuen setelah operasi," sarannya.
Penyebab: Saat sedang stres seperti menghadapi ujian atau presentasi, sering kali kita jadi bolak-balik ke toilet karena mau berkemih. Ini adalah kondisi psikologis yang dapat menyebabkan gejala mirip seperti overactive bladder, yaitu sering kencing dan sulit menahan kencing.
Solusi: Kondisi ini masih dikatakan normal apabila ritme berkemih Anda pun kembali normal, saat pemicu stres tersebut hilang. “Namun, apabila Anda mengalami stres berkepanjangan atau selalu cemas dan khawatir, sebaiknya selain pengobatan mengompol, Anda juga melakukan konsultasi pada psikiater atau psikolog,” tutur dr. Harrina.
Keturunan
Penyebab: Keterlibatan genetis juga bisa menyebabkan timbulnya inkontinensia. Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan terapi genetis untuk memutuskan ‘warisan’ kebiasaan mengompol ini.
Solusi: Ada baiknya Anda mulai menjaga makanan dan minuman yang Anda konsumsi agar kebiasaan mengompol tidak bertambah parah. “Salah satunya dengan menghindari minuman yang merangsang produksi urine berlebih, misalnya minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda,” sarannya. (f)