Trending Topic
Pentingnya Delegasi Peran

6 Oct 2012

Wanita menghadapi tantangan besar untuk menjalankan peran seimbang baik sebagai wanita bekerja maupun sebagai ibu rumah tangga. Hal ini tentu tidak mudah dilakukan di tengah berbagai tuntutan kehidupan. 

Topik ini menjadi salah satu bahasan utama dalam seminar Women's Leadership Network 2012 yang diselenggarakan oleh Bank Internasional Indonesia (BII) dan femina, (6/10) di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Menurut psikolog Roslina Verauli, ada satu kunci sukses menjaga keseimbangan kehidupan karier, pribadi, dan keluarga. Jadikanlah keluarga layaknya sebuah tim super.

 “Jika satu anggota keluarga berpeluang untuk sukses, maka yang lain harus didorong untuk sukses juga. One for all and all for one,” ujar Vera.

Saat ini, rata-rata wanita dewasa berkarier di rumah sebagai ibu rumah tangga. Survei bersama McKinsey & Company dan femina tahun ini pada 500 wanita bekerja di Indonesia menunjukkan 47 persen dari 49 persen wanita lulusan sarjana berhasil masuk ke entry level. Jumlah ini terus mengecil dan menyisakan hanya 5 persen yang menduduki level CEO. 

Apa kendalanya? Sebagian besar wanita beralasan berhenti bekerja demi mengurus keluarga. Jelaslah, harus ada tawar menawar pembagian peran dengan suami dalam pernikahan. 

“Libatkan keluarga dan manfaatkan waktu secara efektif dan efisien, sehingga keluarga bisa berfungsi sebagai support system. Setiap anggota keluarga adalah kesatuan yang memiliki peran dan tanggung jawab berbeda. Peran ganda wanita dalam rumah tangga bisa disiasati dengan mendelegasikan tugas kepada suami, anak, dan asisten rumah tangga. Mereka dapat diberdayakan sebagai perpanjangan tangan Anda,” jelas Vera.

Advertisement
Ungkapkan dengan Cinta
Menurut Vera, kecenderungan wanita yang senang untuk mengambil alih semua urusan justru dapat menghambat karier. Maka, usahakan setidaknya Anda mampu mendelegasikan separuh peran Anda agar hidup terasa lebih ringan. Cara tepat melakukan delegasi saat berbicara adalah melalui i-message.  

I-message ditampilkan melalui cara menjawab pertanyaan pasangan dengan masalah yang Anda keluhkan. Jangan pernah menuduh. Ungkapkanlah dengan cinta. Dengan i-message, tanggung jawab ada pada Anda. Ini cara untuk jujur akan kekecewaan dan kesedihan Anda. Dan melatih Anda mengungkapkan perasaan tanpa terlihat seperti ‘menyerang’ suami Anda. Selain itu, jika ingin pasangan berubah, Anda harus memperbaiki diri terlebih dahulu,” urai Vera.

Yang tak kalah penting, Vera berpesan, “Belajarlah mendengarkan pasangan. Pahami apa yang mereka utarakan. Ingat, Anda dan keluarga adalah sebuah tim super.”

Woro Hartari Trianti

Baca juga:






 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?