Optimisme Pemerintahan Baru
Anda melihat wanita mulai peduli pada masalah ekonomi?
Ya. Terlihat dari makin banyaknya wanita yang menjadi social entrepreneur. Artinya, mereka tidak hanya memikirkan keuntungan diri sendiri, tapi juga orang lain. Ini terjadi pada pengusaha skala besar dan kecil. Kalau masyarakat memiliki daya beli tinggi, ekonomi negara juga ikut terbantu.
Ditambah lagi, di pasar modal juga banyak wanita yang menjadi investor domestik. Artinya, mereka juga paham soal uang, bukan soal belanja saja, tapi juga tentang saham dan iklim investasi.
Sayangnya di Indonesia saat ini belum ada pendidikan khusus untuk entrepreneur. Apalagi, kita dari kecil juga tidak pernah diajari untuk berani mengambil risiko. Padahal, bisnis adalah soal mengambil risiko. Tapi, setidaknya wanita memiliki disiplin untuk bisa mengatur dirinya sendiri. Ini juga menjadi kunci sukses.
Wanita pemimpin juga bisa menghadapi kondisi krisis, entah di perusahaannya, atau karena situasi ekonomi memang sedang menurun. Biasanya, wanita lebih bisa mengatasi masa krisis, tidak dengan cara yang putus asa dan mereka rela melakukan apa saja. Mungkin karena mereka tidak punya ego yang terlalu besar. Ini juga bukti lain bahwa wanita mampu beradaptasi pada perubahan.
Jadi, Anda optimistis dengan ekonomi Indonesia di masa mendatang?
Ya. Ekonomi suatu negara sangat ditentukan oleh faktor demografi. Sebab demografilah yang menjadi marker dan mereka yang punya daya beli. Indonesia sangat diuntungkan dengan bonus penduduk. Apalagi sebesar 70%-nya adalah usia 14-64. Mereka yang punya pendapatan dan konsumsinya tinggi.
Jadi, siapa pun pemerintahnya, kita sudah memiliki pasar yang bagus. Tinggal bagaimana caranya supaya bonus penduduk ini tidak malah menjadi beban. Lapangan pekerjaan harus terus diciptakan. Kita perlu investasi di negara sendiri, karena negara kita masih membutuhkan investasi yang sangat besar. Jadi, masyarakat harus punya keyakinan dan kepercayaan terhadap bangsa sendiri.(PRIMARITA S. SMITA)