Trending Topic
Obsesi Amerika Pada Senjata Api

12 Feb 2013



Data ini memang mencengangkan: diperkirakan, 39-50 persen dari 43 juta-55 juta rumah tangga Amerika setidaknya memiliki satu senjata api. Dan diperkirakan, ada 80 juta pemilik senjata api di Amerika Serikat, dengan total 258 juta pucuk senjata!

Di Amerika Serikat, warga sipil memang boleh memiliki senjata api. Hal ini sesuai Undang-Undang Milisi tahun 1792. Aturannya, senjata api hanya boleh dimiliki seseorang di atas usia 21 tahun, dan dibeli di penjual resmi. Orang-orang yang terlarang untuk memiliki adalah buronan, pecandu narkoba, memiliki gangguan jiwa dan bukan warna negara AS, dan lain-lain. Namun, aturan itu hanya tinggal aturan. Di sana begitu mudah memilikinya, Bahkan orang bisa membelinya secara sah di beberapa toko senjata resmi maupun melalui Internet.

Kemudahan ini tentu punya potensi untuk meyalahgunakannya. Buktinya, sejak pemerintahan Presiden Obama, telah terjadi 5 penembakan massal paling mematikan dalam sejarah Amerika. Bahkan dua insiden di tahun 2012 hanya berselang beberapa bulan saja. Presiden Obama berjanji untuk membuat undang –undang pengendalian senjata sebagai prioritas dalam masa jabatannya yang kedua ini.

Gubernur South Carolina, Nikki Haley, seorang Republikan, melontarkan komentar pedas bahwa isu yang sesungguhnya harus didiskusikan atas penembakan ini adalah mengenai perawatan kesehatan mental, bukan hukum anti senjata. "Siapa saja bisa mendapatkan senjata. Dan ketika orang jahat mendapatkan senjata, mereka akan melakukan apa yang mereka ingin lakukan. Kebijakan kontrol senjata tak dapat menghentikan seseorang untuk mendapatkan senjata yang mereka inginkan. Yang dapat kita lakukan adalah mengontrol kesehatan mental orang–orang yang butuh pertolongan," jelas Nikki seperti yang dikutip Associated Press.

Meski pengaturan ini menimbulkan perdebatan sengit dengan partai Republik, sebagai pihak yang menentang pembatasan penjualan senjata dan amunisi. Presiden Obama tetap berjanji untuk mendirikan gugus tugas dan mengirim proposal mengenai pembatasan pembelian senjata baru pada bulan Januari kepada Kongres Amerika.

Namun prospek kebijakan undang-undang senjata baru tersebut tampaknya kurang populer di negara yang 270 juta penduduknya memiliki senjata api pribadi ini.
Dilaporkan banyak orang bergegas ke toko barang olahraga untuk membeli senjata sesaat setelah Obama membuat pengumuman tersebut, ini merupakan bentuk antisipasi jika pembatasan kepemilikkan senjata benar–benar diberlakukan.
Advertisement

Berdasarkan penelusuran Bloomberg News, toko Walmart di beberapa negara bagian, di antaranya Pennsylvania, Kansas, dan Alabama telah menjual habis lima jenis senapan semi-otomatis. Itulah jenis yang digunakan Adam Lanza dalam pembunuhan Sandy Hook.

Di toko senjata lainnya, Pullman Arms di Worcester, Massachusetts, juga berhasil menjual senjata dengan total nilai sebesar 30.000 dolar Amerika setelah pembunuhan di Newtown. Menurut sang pemilik, Alicia Merrit, sebagian besar orang membeli beragam senapan, seperti senapan Bushmaster yang dipakai Adam Lanza untuk membunuh dirinya. “Mereka takut akan ada larangan penjualan senjata jenis tersebut," ujar Alicia.

Tingginya permintaan pasar terhadap jenis senjata yang digunakan Adam Lanza, ternyata membuat harga penjualan senjata di situs lelang eBay meningkat tajam hingga 200 persen. Penemuan ini sungguh bisa membelalak mata sekaligus membuktikan bahwa peristiwa penembakkan massal khususnya tragedi Sandy Hook benar-benar  memengaruhi obsesi Amerika terhadap senjata.

Sebenarnya, sudah banyak pihak yang mengeluhkan kekhawatiran terhadap keberadaan senjata yang dijual bebas di Amerika. Di antaranya, para sineas yang menyuarakan kritikan-kritikan sosial melalui karyanya.

Di tahun 2002 muncul sebuah film dokumenter berjudul Bowling for Columbine arahan sutradara Michael Moore, yang  bercerita pada obsesi masyarakat Amerika akan senjata api. Penembakkan Columbine juga mengilhami David Hickman di tahun 2004 untuk menulis skrip dan menyutradarai salah satu episode dalam serial teve, Zero Hour.

Tayangan yang berdurasi satu jam ini bercerita tentang penembakkan Columbine namun dalam versi yang lebih didramatisasi. Namun, ‘sentilan’ sosial ini belum bisa meredakan obsesi warga Amerika akan kepemilikkan senjata api. (Woro Hartari Trianti)





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?