Setelah kembali bekerja, Nirina mendapati bahwa menekuni bidang karier lamanya sama menyenangkannya dengan mencoba peluang baru. Agar terhindar dari rasa jenuh karena menjalani sesuatu yang telah biasa dikerjakannya, ia mengaku butuh melakukan hal-hal yang belum pernah ia coba. Hal ini pula yang turut mendorong Nirina merintis bisnis kuliner bersama sang suami, berbekal resep rahasia dendeng balado istimewa dari mertua.
“Melakukan hal-hal yang baru menciptakan percikan-percikan yang menambah semangat. Percikan yang terasa itu ibarat sedang dalam masa pendekatan, bukan dengan seseorang tetapi pada sesuatu yang belum pernah dikenali dan dijalani,” ujarnya, semringah.
Walaupun senantiasa tampil periang di layar kaca, Nirina bukannya tak pernah membutuhkan mood booster untuk mencerahkan harinya. Daripada ‘lari’ ke makanan, ia memilih mendengarkan musik favoritnya. Akhir-akhir ini, Nirina mengaku gemar memutar musik berirama upbeat, yang biasa dimainkan para disc jockey. “Karena musik jenis ini lebih menekankan pada beat daripada lirik, saya bisa menikmati irama yang membangkitkan semangat, dan bukannya kata-kata bernada muram tentang patah hati,” katanya, riang.
Sementara itu, bagi wanita yang mengawali karier aktingnya lewat film 30 Hari Mencari Cinta ini, popularitas justru bukan menjadi alasan utamanya untuk kembali berkiprah di dunia hiburan. Yang utama baginya adalah kesempatan untuk menjadikan hal-hal yang disukainya sebagai pekerjaan sehari-hari. Ia percaya, apa pun yang dijalani dengan penuh rasa tulus akan menuai hasil yang lebih berdampak.
Di mata Nirina, bekerja bersama orang-orang dengan rentang usia yang berbeda-beda dengannya membuat tiap hari menjadi kesempatan baru untuk mengecap pelajaran hidup, termasuk dalam hal merasakan dan menikmati kebahagiaan.
“Yang menentukan kebahagiaan kita adalah diri kita sendiri. Tetapi, kalau kita punya keteguhan dan prinsip bahwa ada hal-hal tertentu yang bisa membawa kebahagiaan bagi diri kita, tiap hari akan menjadi hari yang baik,” ungkapnya, bijak.
Puji Maharani