Celebrity
Nikita Willy: Mengelola Sukses

2 Dec 2013


Muda, cantik, berprestasi, sukses, dan kaya. Gambaran ini menjadi sebuah pembuktian bahwa dengan kerja keras, tak mustahil seseorang mencapai kesuksesan di usia yang masih terbilang muda. Tepat di titik inilah fase kehidupan aktris muda Nikita Purnama Willy (19). Terus mengeksplorasi bakat dan tak mau berhenti belajar menjadi ‘mantra’ yang mendorong dara kelahiran 29 Juni itu untuk terus berkarya. Namun, ada satu impiannya yang masih harus menunggu. Di sela waktu pemotretan untuk wajah sampul femina, ia berbagi cerita.

MENGELOLA SUKSES
Mulai mengawali karier aktingnya di usia 8 tahun lewat sinetron Bulan dan Bintang, kini sudah puluhan sinetron, FTV, dan film layar lebar yang telah dibintanginya. Entah itu sebagai pemeran utama atau pendukung, sinetron yang dibintanginya selalu berhasil menembus rating tinggi. Di antaranya, Doa Membawa Berkah, Safa dan Marwah, Putri yang Ditukar, dan yang masih bergulir saat ini Surat Kecil Untuk Tuhan.

Keseriusan dan totalitasnya dalam berkarya juga sering membuat namanya masuk dalam deretan nominasi penerima berbagai penghargaan. Ia pernah dua kali berturut-turut menyabet gelar sebagai Aktris Terbaik di ajang Panasonic Gobel Awards di tahun 2010 dan 2011. Dan tiga kali berturut-turut memenangkan penghargaan Kids’ Choice Awards di tahun 2010, 2011, dan 2012.

Semua pencapaian ini tidak diraih dengan jalan gampang. Ia harus mau ‘berjalan’ beberapa mil lebih jauh untuk mencapai kesempurnaan. Ketika memperoleh peran sebagai penderita kanker di sinetron Surat Kecil Untuk Tuhan, misalnya. Ia tak hanya puas mempelajari karakter tokoh lewat skrip. Ia juga melakukan riset melalui internet, bertandang langsung ke rumah sakit kanker, dan  yayasan untuk anak-anak penderita kanker.

Di tempat-tempat itu ia tidak hanya belajar mengenal tentang kanker, tapi juga merasakan apa yang dihadapi oleh anak penderita kanker yang berada di usia yang tak jauh darinya. Ia melihat, bahwa sama seperti anak-anak sehat lainnya, mereka tetap ingin belajar dan sekolah. Mereka juga punya banyak bakat, bahkan sempat pentas nyanyi di depan Nikita.

Advertisement
“Mereka itu super woman! Saat melihat semangat mereka ini, saya harus mati-matian menahan agar air mata tidak mengalir keluar. Mereka sangat membutuhkan dukungan,” ungkap Niki, berharap bahwa perannya di Surat Kecil Untuk Tuhan bisa menjadi membantu menguatkan spirit para remaja wanita yang sedang berjuang melawan kanker.
Namun, karier yang melejit, serta kejaran uang tidak lantas membuat artis muda terkaya di tanah air ini terbuai dan bersantai-santai. Ia sadar bahwa tingginya kompetisi serta cepatnya perputaran roda popularitas di bisnis hiburan harus dihadapi dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan.

“Kalau ditanya, apakah dunia keartisan memiliki masa kedaluarsa, maka jawabannya adalah tergantung pada diri masing-masing artis. Kalau kita terus mengasah talenta kita, sehingga tidak hanya berputar di hal yang sama, insya Allah kariernya akan terus berlanjut dan orang-orang juga akan terus menunggu karya kita,” jawab aktris yang bernaung di rumah produksi Sinemart ini, bijak.

Tidak sekadar bicara,  Nikita membuktikan ucapannya ini dengan secara serius dan kontinu mengembangkan bakat lain yang ada dalam dirinya, justru saat sedang berada di puncak. Salah satunya, mengembangkan bakat bernyanyinya. Ia ingin menepis anggapan orang terhadap tudingan ‘aji mumpung’ dengan menelurkan single dan album, yang terus berlanjut dari tahun 2010 hingga 2013.

Beberapa lagunya yang cukup dikenal adalah single religi Keyakinan Hati, Kutetap Menanti, Pantas Untukku, dan Lebih Dari Indah (2011), yang mengiring sinetronnya, Putri Yang Ditukar. “Saat ini saya masih melakukan promo album Lebih Dari Indah. Memanfaatkan jeda antara syuting sinetron,” ujar Nikita, tentang album impian berisi 10 lagu yang digarap oleh komposer andal, Melly Goeslaw, Anto Hoed, Eka, dan Noey Java Jive. Juni-Juli lalu ia juga baru bertandang ke Malaysia untuk promo album barunya itu, dan CD kompilasi single-nya yang dirilis oleh New Southern Records, perusahaan rekaman asal Malaysia.

Naomi Jayalaksana





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?