Celebrity
Nikita Willy: Memilih Lurus

9 Dec 2013

Menjadi selebritas terkenal di usia belia tidak lantas membebaskan Nikita Willydari kewajiban menjaga tingkah laku dan tutur katanya. Sebagai public figure, ia menjadi cerminan sekaligus panutan orang muda. Terutama, bagi mereka yang mengidolakan dirinya. Di bisnis hiburan yang penuh intrik dan gesekan gosip, menjaga sikap dan emosi untuk tetap stabil bukan hal yang mudah.
   
Nikita mengaku telah menyadari efek samping popularitas ini sejak masa-masa awal ia terjun ke dunia hiburan. Ia berkaca pada sebuah kejadian di salah satu lokasi syuting sinetron, saat ia berusia 8 tahun. Ketika itu ia bermain bersama para bintang senior, seperti Cut Tary, Dicky Wahyudi, Attar Syah, dan Ponco Buwono. Ia kaget menyaksikan keagresifan rombongan wartawan infotainment yang mengepung lokasi syuting sinetron terkait sebuah berita yang perlu diklarifikasi.
   
“Apa yang saya lihat dulu itu kini saya rasakan sendiri,” ungkap Nikita, mengingat insiden tersebarnya foto mesra pasangan mirip dirinya dan pesepak bola Diego Michiels, kekasihnya, di dunia maya. Nikita yang awalnya menanggapi dingin, akhirnya jadi gerah dan menggelar konferensi pers untuk meluruskan berita bohong tersebut.

Advertisement
“Orang-orang yang pintar pasti tahu kalau itu bukan kami. Diego punya tato di lengan kanannya, pria di foto itu tidak. Lagi pula, itu bukan saya banget,” ujar Nikita, jengkel. Bagaimanapun, ia sadar bahwa sebagai selebritas, kehidupan pribadinya akan dicari semua orang. Oleh sebab itu, Nikita memilih untuk hidup lurus-lurus saja. “Daripada belok sedikit, lalu orang bermain asumsi, dan faktanya menjadi makin kacau,” lanjutnya.

Namun, hal ini tidak berarti membuatnya harus menjadi orang lain saat di muka umum. Baginya, seorang public figure juga manusia biasa, yang tidak lepas dari kesalahan. Bahkan, sebaik apa pun public figure berusaha menjaga citra dirinya, tetap saja ada orang yang tidak suka.

“Makanya, saya menjalaninya apa adanya saja. Tidak ada yang saya buat-buat, atau dilebih-lebihkan. Ketika sedang menghadapi masalah pun, apa yang terekam di depan kamera, seperti itulah saya. Sebisa mungkin saya tidak menampilkan citra tertentu,” ungkap Nikita.




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?