Menurut Emilia, dalam sehari wanita membutuhkan sekitar 1.500-1.800 Kkal makanan (tergantung usia, berat, tinggi badan, dan aktivitas fisik). Padahal, setiap kali makan (pagi, siang, malam) saja kita sudah menelan 3 kali 500 Kkal. Jadi, begitu makan camilan, Anda harus ‘terima risiko’, yaitu mengurangi porsi makan Anda dari porsi biasa (tanpa ngemil).
2. Pastikan bahwa Anda memang lapar.
Terkadang, tubuh tidak bisa membedakan, lapar atau cuma haus. Nah, cari tahu dengan minum segelas air. Tunggu selama 30 menit, dan lihat apakah Anda masih lapar. Kalau, ya, bolehlah Anda ngemil sedikit.
3. Hindari camilan ‘ranjau’.
Permen cokelat, keripik kentang, biskuit, dan kue adalah camilan yang mudah sekali ditemukan di minimarket. Tapi, kebanyakan ‘berbahaya’ dan tidak sehat, karena mengandung karbohidrat sederhana, lemak, dan garam dalam jumlah tinggi. Emilia menganjurkan, biasakan memilih camilan sehat, yakni yang rendah lemak, berprotein tinggi, dan indeks glisemik (kandungan gula)-nya rendah.
4. Karbohidrat vs protein.
Camilan tinggi karbohidrat juga akan membuat Anda mengantuk. Jika butuh suntikan energi di sore hari, lebih baik pilih camilan yang tinggi protein atau camilan yang berserat tinggi, seperti buah potong. Camilan jenis ini tahan lama dicerna dalam perut, sehingga perut Anda bisa bertahan kenyang dalam waktu cukup lama. (f)
Baca juga:
Camilan Sehat di Pagi Hari