“Jadi ini bukan semata-mata bisnis hari raya, tapi bisnis yang berhubungan dengan libur panjang di akhir tahun. Kalau bisnis hari raya, hanya terbatas pada pakaian, makanan, dan minuman. Tapi, kalau bicara bisnis akhir tahun, melibatkan banyak aspek, terutama pariwisata,” terang Rudy.
Sebagai bukti bahwa Natal adalah ‘perayaan bisnis yang besar’ bisa dilihat dari angka inflasi bulanan. Secara bahasa awam, inflasi akan tinggi bila konsumsi masyarakat naik. Konsumsi/belanja masyarakat ini akan naik kalau menjelang liburan atau ada perayaan/pesta.
Di Indonesia, inflasi biasanya tinggi di bulan Juli (karena libur sekolah dan masuk tahun ajaran baru), bulan-bulan di mana ada Lebaran, dan bulan Desember yang menjadi perayaan akhir tahun. Natal yang berdekatan dengan momen akhir tahun memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk beristirahat, bersenang-senang, maupun bepergian. “Momen libur yang bertepatan dengan hari Natal ini tidak hanya dirayakan oleh umat kristiani, tapi juga oleh umat beragama lain. Itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup,” imbuh Rudy. (f)