Prof. Troboes menjelaskan, gejalanya penyakit ini salah satunya, mengalami kelelahan terus-menerus, dan pagi hari, saat bangun tidur, terasa ada ketidakberesan dengan mata yang kelopaknya menjadi separuh tertutup. Lalu, siang hari mata menjadi tertutup karena merasa ngantuk dan lemas. Bila ini terjadi, jangan anggap sepele! Karena, lama-kelamaan gejala lain makin meningkat, seperti dialami Iip, sehingga bisa sesak napas, dan timbul krisis, yaitu gagal napas. Dengan EMG dan CT scan rekam saraf sebetulnya sudah kelihatan bahwa pasien menderita MG.
Namun, pilihan operasi sepenuhnya di tangan pasien. Jika pasien ngotot meminta operasi, apalagi sebelumnya dia sendiri sudah melakukan konsultasi pada dokter dan banyak mendapat informasi penting berkaitan dengan penyakitnya melalui browsing internet, tentu dokter tak bisa menolak. Tahap remisi yang dicapainya hingga mampu lepas dari ketergantungan obat sangat baik untuk kondisi kesehatannya sekarang. "Bagaimanapun canggihnya teknologi di bidang medis, kebesaran Tuhan memang di atas segalanya," kata Prof. Troboes. (f)
Apa itu meningitis? Baca di sini.