Celebrity
Musik Eksperimental Karen

10 Mar 2013


Dengan terampil, jemari lentiknya memetik senar demi senar ghuzeng, instrumen petik tradisional Cina, sehingga menghasilkan alunan harmoni musik yang indah. Karakter vokalnya yang jazzy  memikat indra pendengaran para penggemarnya. Ia pun berhasil memberi nyawa baru pada lagu lawas ciptaan musikus Inggris, George Harrison (gitaris The Beatles), While My Guitar Gently Weeps, yang dinyanyikannya. Kehangatan pun menyelimuti penjuru Jazz Bar, Fairmont Peace Hotel, menyelamatkannya dari rengkuhan musim dingin Shanghai di bulan Januari.

Lagu lawas yang pertama kali dipopulerkan oleh The Beatles itu hadir di antara 10 lagu dalam album teranyar Karen Mok (42), penyanyi dan aktris asal Hong Kong, yang diberi judul Somewhere I Belong. Diluncurkan perdana serentak di seluruh Asia pada 14 Januari lalu, ini merupakan album berbahasa Inggris pertama Karen. Kepada femina, wanita berdarah Cina, Inggris, Jerman, dan Persia ini menuturkan perjalanan kariernya.

Musik Eksperimental Karen
Ingatkah Anda pada model sebuah iklan produk kecantikan yang sempat populer pada akhir tahun 1990-an? Wajah cerianya, dengan gigi kelinci yang jadi ciri khasnya, sempat  menghiasi halaman majalah dan billboard di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dialah aktris sekaligus penyanyi yang bernama asli Karen Joy Morris. Wanita ini bukanlah pemain baru di industri musik. Sejak pertama kali menelurkan album self-titled berbahasa Kanton tahun 1993, hingga kini ia sudah memeriahkan industri musik Asia dengan 17 album, mayoritas berbahasa Mandarin. Meski identik dengan musik pop, terkadang ia senang bereksperimen dengan memberi sentuhan musik alternative rock atau dance pada beberapa lagunya.

"Saya senang bereksperimen dengan berbagai jenis musik karena saya ingin bersenang-senang. Bagi saya, musik adalah hal yang menyenangkan dan sudah seharusnya membuat orang bahagia," jelasnya. Profesinya sebagai aktris juga memberi pengaruh terhadap kegemarannya menyanyikan lagu dari berbagai genre musik. "Ketika saya menyanyikan lagu dari genre musik yang berbeda, saya bisa memainkan beragam karakter," paparnya lagi.

Meski begitu, ada satu genre musik yang melekat kuat dalam jiwa seninya dan memberi pengaruh besar terhadap karakter vokalnya. "Seperti cinta pada pandangan pertama, saya jatuh cinta pada jazz saat masih kuliah. Sejak saat itu, saya senang mendengarkan musik dari banyak musikus jazz, seperti Billie Holiday dan Ella Fitzgerald,” ujarnya. Tanpa ia sadari, meskipun menyanyikan lagu Mandarin, nyatanya lagu-lagu jazz yang ia dengarkan selama ini telah memengaruhi caranya bernyanyi.
Advertisement

Album Somewhere I Belong ini adalah perwujudan mimpinya. Meski sudah lama memendam mimpi menjadi penyanyi jazz, baru kali ini ia merasa yakin untuk merengkuh mimpinya itu. Lewat jazz pula, ia berharap musiknya bisa diterima oleh audiensi yang lebih luas. "Jazz adalah genre musik yang mampu berbicara lintas budaya, sosial, dan ekonomi. Jazz juga bisa diinterpretasikan dalam berbagai cara. Tidak peduli dari mana Anda berasal dan bahasa apa yang Anda gunakan, sebagai pencinta jazz Anda bisa menikmati lagu Brazilian jazz tanpa perlu memahami liriknya," ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap ingin menonjolkan akar budayanya dengan memasukkan dua lagu berbahasa Mandarin di album ini dan juga memasukkan permainan instrumen musik ghuzeng di kesepuluh lagu. Hal ini memberi karakter unik pada lagu-lagu jazz klasik yang ia nyanyikan ulang di album ini. "Inilah hebatnya jazz. Musik ini memungkinkan saya bereksperimen dengan lebih liar karena tidak ada batasan dalam jazz," paparnya, puas.
(f)









 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?