Trending Topic
Miss 'Sejuta' Akun

29 Nov 2013


Coba hitung, berapa banyak waktu dalam sehari yang Anda habiskan untuk mengecek, membaca, dan menghapus e-mail. Daripada waktu terbuang sia-sia tiap harinya, Anda bisa melakukan pembersihan inbox dari hal-hal yang tidak penting, seperti menghapus spam berulang kali.

1. Memiliki lebih dari satu alamat e-mail tidak ada salahnya. Anda bisa membedakan antara e-mail yang penting (urusan pekerjaan, tagihan kartu kredit) atau urusan gaya hidup (misalnya online shop atau promo tiket pesawat). Dengan begitu e-mail penting tidak akan tenggelam dalam ‘lautan’ e-mail promosi diskon terbaru.
2. Demi kerapian dan efektivitas, Gmail kini secara otomatis akan membagi e-mail yang masuk ke dalam 3 kategori, yaitu Primary, Socials (notifications dari media sosial), dan Promotions.
3. Pengguna akun e-mail bisa membuat folder sendiri, misalnya: work, travel, shopping, dan sebagainya. Manfaatkan fitur label supaya provider tahu mana e-mail yang penting untuk Anda dan tidak. Menilik ke bagian settings, Anda juga bisa mengatur filter kata-kata tertentu untuk e-mail yang tidak diinginkan.
4. Supaya tidak terlalu banyak ‘sampah’, pilih e-mail promosi yang tidak diperlukan dan klik unsubscribe (biasanya di bagian bawah e-mail). Kalau e-mail masih muncul juga beberapa hari kemudian, segera tandai atau report spam.
Advertisement
5. Demi ketenangan hidup, coba praktikkan ‘inbox zero’. Sedapat mungkin, jangan membiarkan e-mail yang tidak dibuka menumpuk hingga puluhan bahkan ratusan. Nantinya Anda akan kewalahan untuk menghapusnya. Ini bukan berarti Anda harus membaca e-mail  tiap hari. Lakukan maksimal 2-3 kali sehari, bila pekerjaan tidak mengharuskan online 24/7.
6. Gunakan alamat e-mail yang sama untuk tiap-tiap login tiap-tiap media sosial supaya password recovery atau update tidak berceceran.
7. Pastikan bahwa mereka yang Anda follow memang orang-orang atau institusi yang ingin Anda lihat. Kalau Anda menghabiskan banyak waktu memantau Twitter, Anda tidak perlu membuang emosi dan tenaga untuk membaca hal-hal negatif, misalnya. Optimalkan fungsi unfollow, block, report spam, atau mute kalau ada.
8. Kebanyakan media sosial, seperti Instagram, Foursquare, atau GetGlue, membolehkan Anda untuk sekalian mem-post ke Facebook atau Twitter. Kalau semua post Anda sama saja di semua media sosial, tentu akan mengganggu friends atau followers. Untuk Path, karena sifatnya lebih intim dan karakternya banyak, sebaiknya tidak di-link ke Twitter karena kemungkinan akan terpotong.
9. Kalau tiap media sosial Anda memiliki notification system di aplikasinya, sebaiknya tidak perlu ditambahkan dengan notification by e-mail karena hanya akan memenuhi inbox.
10. Beberapa situs membolehkan atau malah mengharuskan untuk login dengan akun Facebook atau Twitter. Risikonya, situs-situs ini dapat mengakses data, termasuk friends dan followers Anda dan mengganggu mereka dengan spam. Sebaiknya kalau situs masih bisa diakses bebas, Anda tidak perlu login.(PRIMARITA S. SMITA)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?