Health & Diet
Menurunkan Risiko Diabetes

22 Dec 2015


Dari tahun ke tahun, jumlah penderita diabetes terus mengalami peningkatan. Menurut data International Diabetes Federation, di wilayah Pasifik Barat, termasuk di dalamnya Indonesia, terdapat 138 juta orang penderita. Diperkirakan, angka tersebut akan mencapai 202 juta pada tahun 2035.

Menurut dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD dari Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, makin meningkatnya jumlah penderita diabetes disebabkan oleh kebiasaan dan gaya hidup masyarakat yang tidak sehat. 

“Sebagian besar, yang sudah terdiagnosis maupun yang belum, tidak menyadari bahwa kebiasaan-kebiasaan umum yang dilakukan bisa menimbulkan diabetes. Penyakit diabetes tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses panjang, yang dipengaruhi oleh kebiasaan kita selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Ayo, cek kebiasaan kita sehari-hari dan simak komentar dr. Dante untuk menurunkan risiko diabetes.
 
Sarapan Tinggi Karbohidrat
Bila sarapan Anda sudah cukup berat, aturlah makanan yang Anda konsumsi selama satu hari agar memiliki gizi seimbang. Misalnya, pada siang hari perbanyak asupan buah dan malam hari didominasi sayur-sayuran. Dengan begitu, kalori yang masuk ke dalam tubuh dapat dikendalikan.

Minum dan Makan yang Manis-manis
Advertisement
Satu sendok teh gula pasir mengandung sekitar 40 kalori. Jika Anda menambahkan 2 – 3 sendok teh gula pasir ke dalam segelas teh atau kopi yang Anda minum berkali-kali dalam sehari, maka Anda akan menyumbang kalori yang tinggi.

Demikian juga dengan dessert atau makanan penutup yang identik dengan rasa manis. Ukuran dan porsinya yang kecil kerap dianggap sepele, padahal makanan ini mengandung gula yang tinggi. Jika ini dilakukan terus-menerus, tanpa disadari Anda bisa kelebihan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes.

Bijaklah dalam mengonsumsi makanan. Bagi wanita dengan tinggi 160 cm dan aktivitas fisik yang rendah, mereka hanya butuh sekitar 1.200-1.500 kalori per hari. Gantilah puding atau es krim dengan buah-buahan segar sebagai dessert yang lebih rendah kalori.

Suka Ngemil
Banyak orang membatasi makan siang atau malam, namun mengisi perut yang kosong dengan camilan, seperti biskuit, keripik, dan kue-kue yang manis. Tak ketinggalan, segala macam jenis gorengan. Padahal, satu buah risoles setara dengan 2 piring nasi putih. Dengan ukuran yang kecil, makan satu buah saja tentu tidak cukup mengenyangkan. Maka, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak seperti gorengan. Hindari juga bekerja dan menonton sambil makan. Tanpa disadari, kondisi ini membuat seseorang makan lebih banyak.

Hang Out di Resto
Kumpul bersama teman-teman kerap membuat seseorang lupa diri. Memakan  makanan sesuka hati tanpa kontrol. Dapat dipastikan bahwa  tiap orang yang kumpul bersama dengan teman-temannya memang memiliki kecenderungan makan lebih banyak dari kemampuan dan melebihi kebutuhan tubuhnya. Coba pindahkan tempat kumpul ke taman atau arena olahraga yang akan mendorong Anda dan teman-teman untuk lebih aktif bergerak. (f)  




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?