Food Trend
Mentimun Suri

14 Sep 2012


Mentimun suri (Cucurmis sativus) memang tidak termasuk bahan pangan olahan sebagaimana kelima contoh di atas, karena masyarakat langsung menggunakan buah-buahnya sebagai bagian dari bahan es buah atau jenis hidangan minuman lainnya. Namun begitu, tumbuhan ini tetap menarik disertakan, sebagai bagian dari kreativitas dan kearifan tradisional yang memperkaya keanekaragaman dunia kuliner nusantara.

Di sekitar Jakarta, sejak tempo doeloe, keluarga labu-labuan (seperti melon, blewah, pumpkin si labu kuning, ataupun mentimun sayur) ini populer dijuluki sebagai ‘Buah Ramadan’. Ini karena kehadirannya di pasaran luas selalu pada hari-hari menjelang bulan Ramadan. Nyaris di tiap pasar, atau bahkan di pinggir-pinggir jalan, ada saja kios-kios pedagang mentimun suri. Seolah, tumbuhan merambat itu memang  memiliki masa puncak panen di tiap bulan puasa.

Advertisement
Begitukah? Tentu saja tidak! Sama seperti kerabat labu lainnya, mentimun suri juga merupakan tumbuhan yang puncak panennya bisa kapan saja. Buah ini bisa dipanen sekitar 100 hari sejak benih biji ditanam. Kehadirannya yang selalu menyemaraki hari-hari sepanjang bulan Ramadan ini tak lepas dari prediksi pasar yang secara tradisional dipahami para petaninya. Di momen inilah mentimun suri jadi incaran untuk diolah menjadi minuman buka puasa.

Besaran pasar amat luas inilah yang dari masa ke masa ditangkap oleh para petani, khususnya di sekitar Jakarta. Sekitar 3 bulan sebelum bulan Ramadan tiba, lahan-lahan ladang sudah disiapkan. Simpanan bibit, dari biji-biji buah tua terbaik hasil panen tahun silam, ditabur dan disemai. Disiram air secukupnya, minimal sekali di tiap sore. Bila bunga-bunga rekah menjadi buah, permukaan tanah tempat tumbuh diberi jerami agar kulit   buah yang tumbuh tak langsung bersinggungan dengan tanah yang bisa menjadikannya busuk atau bentuknya menjadi tidak  keruan. Dengan prediksi pasar dan proses pemeliharaan yang baik seperti itu, bisa dipastikan buah-buah itu akan selalu hadir menemui konsumennya di bulan puasa.(f)





 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?