Tak terhitung pebisnis baru yang nyemplung di bisnis kuliner, mengemas produknya dengan desain yang sangat menarik, demi tampilan berkualitas untuk dibidik kamera smartphone. Saatnya Anda ikut mencicipi makanan dan minuman yang sedang booming!
SILKY PUDDING
Merebak di Taiwan serta Jepang, dan kini selalu ada di bazar-bazar hip di Indonesia. Teksturnya sangat halus, terbuat dari gelatin agar lentur, bukan agar-agar bubuk. Berbeda dengan rasa pannacotta yang lebih creamy dan tekstur yang lebih padat, puding Asia ini jauh lebih lembut.
Silky pudding, juga disebut puding sutera, hadir dalam warna-warna pastel, mewakili rasa seperti mangga, blueberry, kopi susu, cokelat, taro (ubi ungu), hingga green tea. Puding ini tidak memiliki isi buah-buahan dan tidak disertai vla.
Coba di sini: Puyo Silky Desserts, Sató Dessert, Puding Kherby, Cotton Ding
DARI DAPUR PRANCIS
Bertambahnya jumlah kedai kopi yang signifikan di kota-kota besar di Indonesia membuat roti-roti (jenis viennoiserie) dan kue khas Prancis terbawa ke dalam tren. Kebanyakan dari kafe di Indinesia mengadopsinya dari Australia, negara yang mengemas kopi sebagai gaya hidup.
Walau ada juga yang menjual cake atau pie gaya Amerika di kedainya, roti menjadi primadona karena sifatnya yang mengenyangkan, cocok mengiringi kopi yang dibeli cepat oleh pekerja urban di pagi hari. Yang sedang naik daun adalah kue canelé, roti kouign amann, dan madeleine.
Coba di sini: Crematology, Sophie Authentique, Chicory European Patisserie
TAK SELALU MATCHA
Cake, pastry, minuman dingin, hingga kue cubit gaul muncul dalam warna hijau dengan embel-embel rasa green tea. Segala yang diimbuhi rasa dan warna seakan-akan jaminan laku. Warna hijau yang mencolok memang daya tarik di mata anak muda.
Di Jepang, makanan yang mengandung warna hijau ini sejatinya dibuat menggunakan matcha, satu-satunya jenis teh hijau yang mampu menghasilkan warna hijau terang lewat langkah yang penuh ketelitian. Tanda mengenali kue yang menggunakan matcha (bukan sekadar pewarna hijau) adalah kue justru tidak memiliki wangi yang kuat seperti aroma jasmine (melati) artifisial.
Coba di sini: BEAU by Talita Setyadi, Potato Head Garage (Cha-No-You High Tea)
COLD-BREWED COFFEE
Jika Anda melangkah ke kedai kopi dan mendapati botol-botol kopi di chiller berlaber atraktif, itulaj cold-brewed coffee. Ini adalah kopi bubuk yang diseduh menggunakan air suhu ruang, lalu didinginkan dalam waktu tertentu (biasanya semalam).
Lainnya, cold drip coffee, yakni bubuk kopi yang diseduh menggunakan cold dripper, alat seduh manual yang bekerja dengan cara meneteskan air es ke penampungan bubuk kopi selama 10-14 jam, atau tergantung kapasitas produksi yang dibutuhkan penjual. Secara umum, cold dripper menghasilkan rasa yang lebih terekstrak karena adanya pergesekan air, ketimbang proses merendam pada cold-brewed coffee.
Coba di sini: Goni Coffee, Coffee Smith, Rays Bottle of Joe, Woot Coffee, Toko Kopi Aroma Nusantara, Ombe Kofie.
COLD-PRESSED JUICE
Berkembangnya komunitas makanan sehat, jus lantas menjadi minuman gaya hidup. Juice bar bermunculan, juga stan stan jus berkualitas di pop up market. Label didesain dengan keterangan bahan hingga cara pengolahan. Produk ini tidak menambahkan gula.
Jus umumnya dibuat menggunakan cold-pressed juice. Mesin yang yang tak murah ini memiliki teknologi yang memungkinkan gesekan minimal pada buah/sayuran, sehingga bisa menjaga kualitas vitamin dan mineral buah/sayuran dengan lebih baik. Campurannya juga bervariasi. Biasanya green juice bercampur fruit juce, bahkan dengan tambahan kunyit dan jahe.
Coba di sini: Snctry Health Bar, Judas Bar, Re.juve, Sistergreens Blends & Juicery. (f)