Tidak ada salahnya Anda memberi saran dari sudut pandang positif, agar ia bisa kembali berpikir objektif. Misalnya, ketika ia mengeluh tentang pekerjaan yang menumpuk, katakan padanya bahwa mungkin itu artinya pimpinan sedang memperhatikan dirinya. Siapa tahu itu peluang dirinya untuk mendapatkan promosi.
Bila ia masih juga mengeluh, boleh juga Anda bilang bahwa ada jutaan orang yang mengalami hal sama, tapi mereka bisa menyikapinya dengan baik tanpa harus mengeluh. Tambahkan kata-kata yang membangkitkan semangat bahwa Anda yakin dia bukan tipe pria yang mudah menyerah terhadap persoalan hidup. Setelah itu, ajak dia bersenang-senang untuk melupakan keluhannya. Makan di luar atau nonton film kesukaannya, misalnya.
Bila dia masuk dalam tahap ketergantungan yang parah, maka dia butuh penanganan seorang ahli, misalnya psikolog. Hal ini dapat dilihat dari seberapa besar tingkat gangguan yang dirasakan dirinya dan orang lain.
Saat konsultasi, ahli akan mencari pangkal permasalahannya. Ahli akan memberikan pandangan bahwa hidupnya tidak seburuk yang dia pikirkan. Dan bahwa nyatanya masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan, tapi masih bisa makan dan tertawa.
”Apakah pria seperti ini layak untuk dijadikan pasangan hidup? Itu semua sangat tergantung pada pribadi Anda,” kata Vivien. Ia memberi saran, bila tidak mempunyai telinga yang cukup lebar untuk mendengarkan keluh kesahnya, dan tidak memiliki kesabaran ekstra, sebaiknya lupakan saja dia. (f)