Celebrity
Menemukan Cinta

27 Feb 2015

Di ajang fashion week, memang bukan hanya karya desainer yang menjadi sorotan para pengamat mode. Penampilan para sosialita yang duduk di bangku front row pun selalu ditunggu. Termasuk Olivia Palermo (28), yang terkenal di kalangan pengamat mode sebagai salah satu sosialita yang selalu berpenampilan sophisticated dan selalu membuat orang menoleh. Tak heran bila akhir tahun lalu, wanita kelahiran Greenwich, Connecticut, Amerika Serikat, ini mendapat gelar kehormatan: The Style Icon 21 Century.

Menemukan Cinta
Sebagai sosialita papan atas, nama Olivia mencuat sejak ia menjadi salah satu bintang The City pada tahun 2009, bersama Whitney Port. The City adalah reality show yang mendokumentasikan kehidupan sosialita Kota New York. Sebagai bagian dari acara tersebut, Olivia bekerja di berbagai bidang, mulai dari menjadi public relations untuk label Diane von Furstenberg, hingga bekerja di beberapa majalah fashion dan gaya hidup. “Inilah tempat saya untuk belajar dan terbiasa dengan akting,” ungkap wanita yang dibayar  Rp144 juta per episode ini.
    Meski hanya satu tahun membintangi reality show ini, langkah Olivia di dunia fashion justru kian terbuka lebar. Setelah menjadi salah satu model untuk agensi Wilhelmina Models dan tampil sebagai cover di beberapa majalah fashion internasional, ia mulai melebarkan sayap dengan bekerja sama dengan beberapa desainer papan atas dunia untuk rancangan mereka. Salah satunya dengan Roberta Freyman untuk membuat sebuah jewellery line. Pertengahan tahun 2011, ia juga diundang oleh Stuart Weitzman untuk ikut merancang sepatu yang dijual untuk amal.

    Selera busananya yang tinggi serta link yang luas melancarkan langkah Olivia untuk terus menyelami dunia fashion yang menjadi passion-nya kini. Ia tidak melewatkan kesempatan emas ini begitu saja. Ia lalu membuat blog, oliviapalermo.com, yang berisi cerita traveling-nya ke berbagai kota fashion dunia. Blog ini diakses oleh jutaan orang yang mencari berita dan perkembangan fashion terbaru. 

    Tiap tahun, ketika musim mode dimulai, Olivia mengaku pekerjaannya menjadi berkali-kali lipat. Tak hanya mendatangi berbagai fashion show, ia juga membuat ulasan tentang tren terbaru yang ditulis di blog-nya, sekaligus menampilkan the best look untuk board-nya di Pinterest. “Saya senang mengerjakan semua itu. Meski punya asisten, saya tetap melakukannya sendiri,” ungkap wanita yang memiliki 1,7 juta follower di Instagram ini. 
   
Advertisement
Bisa dibilang, secara perlahan-lahan Olivia telah membangun kerajaan fashion-nya sendiri. Ia pun melihat peluang bisnis yang menarik di sini. Bulan Februari tahun lalu, bersama The Fancy, ia mendirikan bisnis e-commerce baru. Masih di tahun yang sama, pada bulan Juni, Olivia berpartner dengan Shutterfly and Shutterfly by Design, membuat furnishing dengan konsep modern dan dekorasi yang stylish.

Dunia fashion memang telah memberikan banyak hal bagi wanita yang menjadi juri tamu di Project Runway musim ke-9 ini. Termasuk juga menemukan pria belahan hatinya dalam kehidupannya kini. Setelah sempat sama-sama menjadi model autumn/winter 2010 campaign Mango dan Hogan, Olivia dan Johannes Huebl (36) akhirnya menikah, Juni 2014. Enam tahun berpacaran dan tak banyak diterpa gosip, pasangan ini memilih menikah secara sederhana dalam upacara sipil di hadapan teman dan keluarga di Kota New York.
Tak ada yang terlihat berlebihan dan mewah di hari istimewa pasangan sosialita dan model kelas dunia ini. Bahkan, Olivia memilih sehelai  gaun  warna putih yang terlihat sederhana, rancangan Carolina Herrera. “Saya senang dengan gaun yang saya kenakan untuk pernikahan. Saya bekerja sama dengan tim Carolina Herrera untuk membuat sebuah ide dengan menggabungkan elemen-elemen berbeda dari koleksi mereka,” katanya. 

Foto Olivia yang tengah mengenakan gaun pernikahannya dan berlari di atas rumput hijau dengan sepatu Manolo Blahnik  warna biru dengan wajah yang bahagia pun tersebar luas dan menjadi favorit banyak orang. “Saya suka pop color, sekalipun untuk pernikahan. Sepatu biru itu adalah sentuhan terbaik. Saya sudah memiliki sepatu itu sejak lama, dan saya rasa akan sangat nyaman untuk saya berjalan di rerumputan tanpa harus khawatir akan terjatuh,” kata wanita yang tak pernah lepas dari sepatu berhak tinggi ini.     
Johannes melamar Olivia pada malam tahun baru 2013. Tanpa persiapan, pria kelahiran Jerman ini memanfaatkan momen yang baik itu. Johannes mengaku deg-degan saat memilihkan cincin yang tepat untuk kekasihnya. “Saya tidak tahu apa yang ia inginkan. Sebagai seseorang yang sangat mengenal aksesori, saya tidak menemukan catatan atau potongan majalah yang bisa memberikan saya petunjuk,” kata pria yang langsung menuliskan kebahagiaannya di akun Twitter, sesaat setelah Olivia menerima lamarannya.

Pasangan ini berencana akan menggelar pesta yang lebih besar dan mengundang lebih banyak tamu. Dengan sebagian teman yang tinggal di New York dan sebagian lagi di Eropa, pasangan ini sepertinya memilih untuk melangsungkan pesta pernikahan mereka di tengah-tengah. Meski belum menetapkan pilihan, Johannes sempat berseloroh tentang Greenland. Ya, kita tunggu saja kejutan lain di pesta mereka.(FLW)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?