Saya (30) adalah wanita berstatus janda cerai, yang sudah 4 bulan ini menjalin hubungan dengan E, duda dari sahabat yang meninggal 8 bulan lalu saat melahirkan anak kedua. Almarhumah adalah wanita yang cantik, cerdas, dan sabar. Semua kualitas wanita ada padanya. Saya tidak sebanding dengannya.
Ivanka – Samarinda
Tiap orang tentu punya alasan masing-masing untuk kembali menikah. Lebih baik Anda mengetahui alasan E yang belum bisa melupakan almarhumah istrinya. Idealnya, dari diri Anda, E mendapatkan teman hidup untuk berbagi dan membangun rumah tangga. Dan, Anda menjadi teman bagi anak-anaknya. Tetapi, bisa saja ada alasan berbeda. Misalnya, Anda mendapatkan sosok yang tepat untuk bergantung, dan E membutuhkan bantuan untuk mengurus rumah tangga dan anak anak. Perbedaan ini sebaiknya diketahui oleh kedua belah pihak, agar masing-masing mempersiapkan diri dengan baik dan terhindar dari kekecewaan di kemudian hari.
Sebaiknya, Anda dan E menilai kembali kesiapan untuk menikah, dan jujur melihat apakah dasar atau alasan pernikahan sudah cukup kuat. Bila memang kedua pihak sudah siap, dengan hati tulus Anda berdua bisa melangkah lebih jauh. Dengan syarat, masing-masing saling menghargai dan menjaga perasaan pasangan. Walaupun Anda mengakui, almarhumah punya banyak kelebihan, tidak berarti Anda tidak memilikinya. Tiap orang tampil dengan kelebihan yang berbeda, sehingga tidak etis bagi E untuk membandingkan Anda, calon istrinya.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, memang tidak mudah dibanding-bandingkan dengan orang lain. Kadang-kadang hati kita tidak mudah untuk menerima kelebihan orang lain yang dibandingkan dengan kita. Akan tetapi, mungkin Anda belum menyadari bahwa Anda telah berbuat mulia terhadap suami, karena bersedia mendengarkan keluh kesahnya. Anda sudah berbuat demikian baik kepadanya, karena tanpa diri Anda, ia akan diselimuti kehampaan. Andalah pengisi hidupnya saat ini.
Janganlah terlalu bertanya soal keadilan, karena Anda mungkin merasa tidak memperoleh pujian atau merasa kurang dihargai. Karena, sering kali kasih itu penuh ketulusan hati dan pengorbanan, bukan tuntutan. Berbahagialah Anda jika mampu memberikan ketulusan kasih, mampu menjadi pendengar yang baik, dan mampu bersabar. Lambat laun ia juga akan menyadari betapa bermaknanya kehadiran diri Anda di sampingnya.
Masa 4 bulan bersama belum cukup layak untuk dijadikan ukuran saling mengerti. Adakalanya, pasangan membutuhkan waktu cukup lama untuk saling menyesuaikan diri. Kesabaran adalah kuncinya. Namun, tak ada salahnya juga mencoba melakukan pendekatan dengan menanyakan sisi positif dari diri Anda. Sesekali perlu juga Anda sadarkan dirinya dan menanyakannya, seperti, “Apa yang kamu nilai bagus dari diri saya?” Hal-hal seperti ini akan lebih menyadarkannya bahwa ia memilih diri Anda sebagai pendamping karena Anda juga memiliki keunggulan-keunggulan tertentu.(f)