Health & Diet
Menanti Kabar Baik

12 Nov 2014


Menurut World Cancer Report 2014 dari World Health Organization (WHO), kasus kanker di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat 57% dalam 20 tahun ke depan. Namun, seiring inovasi-inovasi medis yang berkembang pesat, berbagai terapi penanggulangan kanker datang membawa harapan bahwa kanker bukan berarti sebuah vonis kematian.
Di sisi lain, separuh dari kasus-kasus tersebut dapat dicegah dan dihindari dengan menjalankan gaya hidup sehat dan melakukan deteksi dini. “Dengan deteksi dini, kanker bisa segera ditangani sebelum mencapai stadium yang lebih tinggi, sehingga pengobatan yang berbiaya mahal dapat dihindari,” jelas Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, ahli hematologi-onkologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Kanker dalam Statistik

• 100 jenis (bahkan lebih) kanker dapat menyerang bagian tubuh mana pun.
• 14,1 juta (7,42 juta pria dan 6,66 juta wanita) kasus kanker baru terjadi pada tahun 2012 di seluruh dunia.
• 8,2 juta total kematian akibat kanker (sekitar 4,65 juta pria dan 3,54 juta wanita). Kanker termasuk salah satu penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia.
• Lebih banyak wanita daripada pria. Angka prevalensi lima tahunan global pada wanita penderita kanker lebih besar daripada pria, yaitu sebesar 17,182 juta wanita, dibandingkan dengan 15,362 juta pria.
• 57% (sekitar 8 juta) kasus kanker baru, 65 % (5,3 juta) kematian akibat kanker, dan 48% angka prevalensi lima tahunan terjadi di negara-negara berkembang.
• 5 jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita pada tahun 2012 di seluruh dunia: kanker payudara (1,67 juta), disusul kanker usus besar (641.000), kanker paru-paru (583.000), kanker leher rahim (568.000), dan kanker lambung (320.000).
(Sumber: Globocan 2012, International Agency for Research on Cancer, World Health Organization)

Penyebab Kanker
- 30% kematian yang diakibatkan oleh kanker dipengaruhi oleh lima hal seputar pola makan: tingginya indeks massa tubuh, rendahnya asupan sayuran dan buah, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi tembakau, dan asupan alkohol berlebihan.
- 20% kematian akibat kanker dan 70% kematian akibat kanker paru-paru di seluruh dunia berhubungan dengan konsumsi tembakau.
(Sumber: World Health Organization)

Pengobatan Terkini
Pesatnya perkembangan pengobatan kanker dapat dilihat dari lama harapan hidup yang lebih panjang sejak 20 tahun terakhir. Ada beberapa jenis terapi yang hingga kini terus dikembangkan untuk pengobatan kanker, yaitu pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi biologi dan imunoterapi.

Advertisement
1. Radioterapi
Kemajuan pengobatan radioterapi turut dipengaruhi oleh pengetahuan seputar sifat-sifat kanker, sehingga jenis sinar yang digunakan untuk terapi pun dapat disesuaikan. Kini, selain sinar X, radioterapi untuk pengobatan kanker juga dapat menggunakan sinar Gamma, contohnya Cobalt-60 yang banyak digunakan untuk merawat pasien kanker otak, juga berkas sinar elektron dan proton. Adapun teknologi intensity-modulated radiation therapy (IMRT) dan image-guided radiation therapy (IGRT) memungkinkan ketepatan penyinaran yang lebih baik.

2. Pendukung Kemoterapi
Beberapa jenis prosedur pendukung kemoterapi yang tengah naik daun adalah cryosurgery dan TACE. Karena merupakan jenis terapi lokal (hanya dilakukan di bagian tubuh tertentu), keduanya tidak dapat menghilangkan kanker sepenuhnya. Dalam banyak kasus, prosedur terapi lokal lebih bersifat paliatif (perawatan interdisipliner yang berfokus pada kualitas hidup pasien penyakit serius), bukan lagi bertujuan untuk menyembuhkan atau memperpanjang harapan hidup.
• Cryosurgery:  Teknik pembekuan yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker, baik di dalam tubuh maupun permukaan kulit. Teknik ini dapat digunakan pada pasien dengan kanker hati yang belum menyebar, kanker dari organ lain yang telah menyebar sampai ke hati, kanker prostat pada jaringan prostat, kondisi prakanker serviks, dan tumor jinak maupun ganas pada tulang.
• TACE (transarterial chemoembolization): Teknik memblokir aliran darah ke tumor menggunakan kateter, yang biasa digunakan pada pasien kanker hati. Namun, prosedur ini tidak dapat menghilangkan keseluruhan kanker, melainkan hanya memperkecil, karena jalur pembuluh darah menuju kanker ada banyak sekali, dan tak mungkin ditutup semuanya.

3. Terapi imunologi

Merusak kekebalan sel-sel kanker sehingga pertumbuhannya melambat atau berhenti. Saat ini, imunoterapi masih dalam tahap pengujian awal, dan belum sampai ke tahap uji klinis.
“Di masa depan, imunoterapi akan berperan besar, termasuk untuk mengontrol kanker yang sudah ada,” papar dr. Aru. Bila ini tercapai, kanker dapat ditangani  layaknya penyakit kronis, seperti diabetes atau hipertensi, yang tidak bisa disembuhkan namun dapat dikendalikan.

4. Pengobatan Komplementer

- Praktik akupunktur maupun elektroakupunktur (akupunktur dengan aliran listrik di antara jarum-jarum) mampu meringankan efek samping terapi hormon maupun kemoterapi bagi penderita kanker payudara, seperti rasa nyeri, hot flashes, kelelahan, kecemasan, maupun gangguan tidur, sehingga kualitas hidup penderita turut meningkat.
- Banyak tanaman herba yang disebut-sebut memiliki khasiat antikanker, misalnya kunyit putih, mahkota dewa, daun sirsak, ekstrak kulit manggis, benalu jeruk, dan sebagainya. Namun, karena belum ada bukti ilmiah yang memadai seputar kandungan antikanker di dalamnya, tanaman herba hanya dapat dikonsumsi sebagai suplemen daya tahan tubuh.
- Bila ingin menjalankan terapi herba sebagai pendamping pengobatan kanker, disarankan untuk menggunakan hanya satu jenis tanaman, dan menuntaskan tahapan kemoterapi terlebih dahulu. “Jika tanaman herbanya dikombinasikan, bisa saja zat-zat di dalamnya berinteraksi dengan obat kemoterapi. Kalaupun ingin mengonsumsi obat herba, sebaiknya menuntaskan kemoterapi terlebih dahulu,” saran dr. Aru.

Mengapa Obat Kanker Mahal?

Butuh waktu yang panjang, setidaknya 5-10 tahun, untuk mengembangkan obat-obatan antikanker. Contohnya adalah Taxol, jenis obat kemoterapi untuk kanker payudara, yang zat antikankernya berasal dari pohon yew. Lebih dari 1 miliar dolar AS telah dihabiskan untuk proses penelitian obat, mulai dari mengidentifikasi kandungan zat antikanker sampai obat masuk ke pasaran.(PUJI MAHARANI)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?