Celebrity
Melinda Widjanarko, Model Penuh Prestasi

23 Sep 2015


Kesibukan Anda saat ini?
Aktivitas utama saya masih tetap pada fashion show dan pemotretan, baik di dalam maupun luar negeri, seperti Singapura dan Hong Kong. Namun, baru-baru ini  saya dan Advina aktif melakukan traveling bersama. Dengan 3 orang teman lainnya, kami membentuk komunitas Langkah Anak Bangsa. Komunitas ini bertujuan untuk memupuk kepedulian terhadap alam. Saya pertama kali bertemu Advina saat  mengikuti WF. Kemudian, karena sama-sama model, kami sering bertemu di lokasi show, hingga akhirnya kami kompak.  

Ilmu yang didapat dari WF?
WF melatih kedisiplinan dan kepercayaan diri saya. Ilmu-ilmu inilah yang menjadi bekal bagi saya saat mengikuti Supermodel Me Asia 2011 hingga akhirnya saya mendapat peringkat Runner Up dan Asia Model Festival Awards 2014.

Seperti apa kisah Anda saat ikut WF?
Advertisement
Tahun 2008 merupakan titik awal bagi saya memulai karier di bidang modeling. Kala itu penuh dengan perjuangan. Mulai dari sesi pemotretan unggulan, semifinalis, hingga final, bersama dengan Irene Wahyuni (sesama finalis -Red), saya harus bolak-balik Surabaya-Jakarta dengan menumpang kereta api.

Anda bangga menjadi alumni WF?
Awalnya saya berpikir ada orang yang ‘mengatur’ agar bisa lolos. Padahal tidak. Semua finalis dipilih karena potensi   masing-masing. Mungkin ratusan ribu orang yang punya impian untuk menjadi finalis Wajah Femina. Dan, sebuah kehormatan buat saya bisa menjadi salah satu bagian di dalamnya. Saya mengakui, sejauh ini WF merupakan salah satu kompetisi yang sangat berkualitas. Pemberdayaan yang diberikan melalui pemotretan untuk halaman mode maupun kecantikan menjadi sebuah kebanggaan bagi saya. WF bukan hanya sebatas berkompetisi, tetapi ada kelanjutannya yaitu dengan diberi informasi pekerjaan yang memang berkaitan dengan minat dan kemampuan alumninya.

Kenangan berkesan selama karantina?   
    
Selama karantina, para finalis  selalu diwarnai dengan keceriaan dan kelucuan. Kadang-kadang juga tegang bila salah satu di antara finalis lupa membawa barang-barang yang dibutuhkan, karena semua akan  terkena hukuman. Saya juga masih ingat, ketika salah satu finalis, badannya harus dilakban karena susah mempertahankan posisi tubuh saat berpose. Dari sana, saya memetik sebuah pelajaran tentang cara tampil dengan benar di depan kamera atau saat berjalan di catwalk. (f)   




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?