Ginan Koesmayadi & Sundea/ GagasMedia
“Kamu tahu Magic Johnson? Kamu sekarang seperti dia, terinveksi HIV.” Ucapan sang ayah ini memutarbalikkan dunia Ginan Koesmayadi. Usia SMP, ia mengenal obat terlarang benzodiazepine, ‘obat percaya diri’. Lalu, ia memberanikan diri menjajal napza heroin, dengan cara berbagi jarum suntik bersama teman-temannya. Sejak saat itulah virus HIV berpindah ke aliran darahnya. Memoar ini mencatat keterpurukan sekaligus kebangkitannya. Ia salah satu pendiri Rumah Cemara, tempat rehabilitasi narkoba dan orang dengan HIV. Ia juga berhasil masuk peringkat 6 di pertandingan sepak bola Homeless World Cup (2011) di Paris. Bagi Ginan, hidup terus berjalan! (f)