Health & Diet
Meditasi Padma Nusa

17 Dec 2015

Manfaat positif dari meditasi yang dirasakan oleh Arie dan kawannya, Indah, mendorongnya untuk membuat komunitas Meditasi Padma Nusa pada 2013. “Awalnya, kami sangat prihatin melihat banyak sekali orang-orang yang temperamental di sekitar kami. Kami penasaran, kenapa banyak orang yang sulit mengontrol diri mereka sendiri. Padahal, kontrol itu ada di dalam diri sendiri,” ujar Arie yang telah belajar meditasi sejak awal 2000-an ini.
   
Sekali  tiap bulan, di hari Minggu terakhir, Meditasi Padma Nusa menggelar latihan meditasi dengan menghadirkan guru yang berbeda setiap bulannya. “Ibaratnya naik gunung, kita boleh melewati jalur manapun. Demikian pula dengan meditasi, ada banyak metode yang bisa digunakan. Tiap metode itu memiliki satu tujuan, yakni mencapai ketenangan,” ujar wanita yang juga seorang head hunter ini.
   
Dengan menghadirkan guru meditasi yang menyampaikan berbagai metode, Arie ingin mengatakan bahwa meditasi bukanlah hal yang sulit karena tools yang dapat digunakan sangatlah banyak. “Selain itu, saya ingin menyingkirkan fanatisme terhadap guru, aliran, atau metode tertentu,” katanya.

Menurutnya, fanatisme justru dapat menimbulkan hambatan dalam bermeditasi karena membuat kita menutup diri terhadap metode yang mungkin lebih tepat bagi kita untuk mencapai ketenangan. “Dengan belajar berbagai macam metode dari berbagai guru, peserta kelas meditasi saya dapat merasakan bahwa  tiap metode dapat memberikan manfaat positif. Pada akhirnya, mereka akan lebih kaya pengetahuan dan metode meditasi,” paparnya.

Tidak ada yang salah maupun lebih benar dari metode-metode meditasi tersebut. Adanya ragam pendekatan dikarenakan  tiap guru menemukan metodenya sendiri-sendiri yang dinilai efektif. “Pada umumnya,  tiap tahapan meditasi dimulai dengan mengatur ritme napas, memejamkan mata, lalu merasakan tiap embusan dan tarikan napas kita. Itu penting agar kita dapat merasakan ketenangan dari kepala hingga hati,” jelasnya.

Setelah kita dapat mengatur ritme yang napas tepat dan merasakan ketenangan, barulah kita melakukan ‘pemeriksaan’ terhadap seluruh bagian tubuh, untuk menemukan perasaan-perasaan tidak nyaman. “Alam memiliki obat alami, energi putih yang dapat memulihkan perasaan-perasaan tidak nyaman itu,” ungkapnya.
Advertisement

Proses  tiap orang untuk menemukan kedamaian itu berbeda-beda. Namun, berdasarkan pengalamannya, semakin rasa itu dicari, semakin jauh pula rasa tenang dari diri kita. Sejak tiga bulan lalu, Arie mengombinasi kelas meditasinya dengan yoga. “Awalnya karena banyak peserta yang request. Setelah saya berlatih yoga, saya merasakan bahwa yoga dapat mendukung proses meditasi untuk mencari ketenangan,” ungkapnya.

Saat beryoga, otot-otot tubuh diregangkan, jadi kondisi fisik kita sudah siap untuk menerima latihan meditasi dalam kondisi lebih baik. “Jika diperhatikan, tiap guru meditasi biasanya membuka latihan dengan peregangan otot. Jadi, yoga memang proses yang mendukung meditasi,” jelas wanita yang juga hobi menari Jawa khas Yogyakarta ini.

Selain itu, dalam yoga pun ada proses meditasi karena yoga adalah meditasi gerak.
Setiap gerakan yoga harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan komunikasi terhadap bagian tubuh yang menjadi fokus gerakan. “Gerakan yoga dapat membantu seseorang memperbaiki postur tubuhnya, meningkatkan kekuatan otot-otot tubuh, dan memperbaiki keseimbangan tubuh. Kombinasi antara latihan yoga dan meditasi dapat memberi manfaat positif terhadap kebugaran, kesehatan fisik, dan juga kondisi spiritual seseorang,” ujarnya.  

Sukses Meditasi dan Yoga
  1. Lakukan latihan meditasi rutin  tiap hari, pada pagi dan malam hari, selama 30 – 45 menit
  2. Fokus dan rasakan  tiap tarikan dan embusan napas. Ketenangan akan datang dengan sendirinya.
  3. Tiap selesai atau akan melakukan sesuatu, beri   waktu 1 menit untuk merenungkan tindakan Anda.
  4. Agar kelenturan, kekuatan, dan keseimbangan tubuh dapat terbentuk dengan baik, lakukan gerakan-gerakan yoga  tiap pagi, setidaknya selama 30 menit. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?