Sebagai selebritas, ia juga tak terhindar dari terpaan gosip. Mulai dari kabar hanya memanfaatkan wajah cantik dan tubuh seksi untuk kariernya di dunia akting, menikah dengan Lembu Wiworo Jati (39) karena hamil di luar nikah, hingga isu bahwa ia telah bercerai dari mantan vokalis Clubeighties itu, semua pernah ‘menggoyang’ kehidupannya.
Menanggapi semua rumor tersebut, ia punya trik khusus. “Diamkan saja, tak usah ditanggapi,” paparnya, santai. Menurutnya, makin ditanggapi serius, rumor justru akan makin panas dan beredar luas. Untungnya, ia bukan tipe yang terlalu memusingkan gosip-gosip seputar dirinya.
Tak bisa dihindari, salah satu tantangan terberat menjadi public figure adalah ada saja yang memperhatikan, dan pasti ada yang pro maupun yang kontra. “Itu adalah hal yang wajar. Orang biasa saja juga bisa ada yang suka dan enggak suka. Tinggal bagaimana kita menanggapinya saja. Daripada emosi, lebih baik kita terus introspeksi diri dan terus berusaha menjadi orang yang lebih baik,” papar Masayu Anastasia.
Hal yang terpenting baginya, ia selalu mendapat dukungan dari orang-orang yang dicintainya, orang tua, keluarga, sahabat, dan terutama suaminya. Memang, Lembu memahami betul besarnya cinta Ayu terhadap dunia akting. Jadi, ketika Samara baru berusia 3 bulan dan kerinduan Ayu untuk kembali berakting di hadapan kamera sudah tak terbendung lagi, Lembu mendukungnya 1000%.
Ia merasa beruntung mendapat dukungan dan pengertian penuh dari lawan main dan kru-kru filmnya saat itu. Memang, meski sangat ingin kembali main film, ia tak ingin mengesampingkan hak anaknya untuk mendapatkan nutrisi terbaik dari ASI. “Hal tersebut memang sudah saya komunikasikan sejak sebelum penandatanganan kontrak film. Alhamdulillah, berkat dukungan mereka, saya dapat memberikan ASI untuk Samara hingga ia berusia 3 tahun,” paparnya, bahagia.
Samara memang prioritas utama bagi Ayu dan Lembu. Dalam hal pendidikan anak, yang menjadi prioritas bagi keduanya adalah pendidikan agama. “Makanya, sejak dia pre-school, saya selektif banget dalam memilih sekolah dengan basis pendidikan agama Islam untuk Samara. Menurut saya, pendidikan agama ini penting diterapkan sejak usia dini agar akarnya kuat. Dulu, saya juga bersekolah di SD dan SMP Islam, dan saya merasakan manfaat dari pendidikan agama itu hingga saya dewasa,” ungkap Ayu, yang merasa senang karena baru-baru ini Samara berinisiatif minta dikursuskan mengaji.
Dalam mengasuh Samara, Ayu dan Lembu berusaha kompak bekerja sama. Jika Ayu harus syuting hingga malam hari, Lembu akan otomatis pulang ke rumah tepat waktu dari kantornya di sebuah advertising agency. Demikian sebaliknya. Apalagi, mereka baru memakai jasa baby sitter setelah Samara berusia 10 bulan. “Meski ingin tetap menggeluti bidang yang menjadi passion kami, kami menyadari bahwa sekarang ada tanggung jawab lebih besar yang kami pikul. Karena itu, kami membuat kesepakatan bersama yang tetap bisa mengakomodasi kebutuhan kami untuk mengaktualisasikan diri, namun tidak mengesampingkan tanggung jawab sebagai orang tua,” ujar Ayu yang dipanggil Ceces, dari kata princess, oleh anaknya.
EKA JANUWATI