“Yogurt juga bisa mencegah infeksi usus dan menghambat sel-sel kanker di saluran pencernaan,” tambah Maria. Manfaat lain yogurt adalah mencegah tekanan darah tinggi dan jantung koroner, juga jika dikonsumsi dalam waktu empat minggu (setiap hari) dapat menurunkan kadar kolesterol. Deretan manfaat ini tak lepas dari peran bakteri asam laktat (bal). Jenis “bal” yang umum digunakan adalah Lactobaccilus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Keduanya kerap berkerja dengan jumlah yang sama untuk mendapatkan tekstur dan cita rasa yogurt yang pas.
”Bakteri asam laktat yang tumbuh dan berkembang biak dalam susu segar, memfermentasi protein dan mengubah laktosa (gula susu) menjadi bentuk yang lebih simpel yakni glukosa dan galaktosa. Perubahan ini membuat sifat asli susu berubah,” tambah Marya. Pecahnya protein salah satunya ditandai dengan tekstur susu yang menjadi lebih kental. Perubahan laktosa juga membuat susu lebih mudah dicerna oleh siapa saja, termasuk penderita lactose intolerance (ketidakmampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap laktosa karena kurangnya atau tidak adanya enzim laktase/pemecah protein dalam tubuh). Aktivitas dan kerja bakteri tersebut juga meningkatkan kandungan vitamin khususnya vitamin B dan asam folat.
Selain itu, masih ada yogurt yang dibedakan dari segi rasa yakni yogurt tawar (plain) hingga kaya rasa (buah-buahan). Saat proses produksi, yogurt juga bisa dikelaskan menjadi yogurt pasteurisasi, UHT, frozen (fro-yo) yang belakangan menjadi tren, dried (bubuk), hingga herbal. Ada pula yogurt yang divariasikan berdasarkan teknik pembuatannya yakni balkan style, greek style, european style, hingga french style dan masih banyak lagi.
Berlianti Savitri
FOTO: DOK FOTOSEARCH