Kehadiran Riri terkadang ‘dimanfaatkan’ oleh Ola. Tujuannya, supaya suaminya tinggal lebih lama di rumah. “Biasanya saya minta tolong ini-itu, sampai dia lupa waktu, harus kembali ke kantor. Lumayan kan, jadi lebih lama di rumah,” ujar Ola, tertawa jail.
Hari-hari Ola kini disibukkan dengan mengurus buah hatinya, kehidupan yang berbeda 180 derajat dibandingkan kehidupan dia sebelumnya. Tawaran melenggang di panggung catwalk hanya dilakoninya sesekali. Riri sendiri tak selalu ada waktu untuk terus berada di samping istri tercintanya. Saat wawancara berlangsung, pria yang pernah manggung di Singapura dan Amerika Serikat ini baru pulang setelah berkeliling 3 kota. Maka, wajar bila ketegangan kadang mewarnai hubungan mereka. “Ya, ribut-ribut kecil biasa,” jelas Riri tanpa merinci permasalahannya. “Tapi se-ngambek-ngambeknya Ola, kalau saya mau pergi, dia pasti bantu packing. Jadi, dalam situasi yang bertentangan, kami yakin ada kekuatan dalam hubungan kami,” tambah Riri sambil menepuk bahu Ola, bangga.
Peristiwa itu bukannya menjauhkan, malah mereka merasa semakin dekat. “Kami saling berbicara dari hati ke hati, juga saling menguatkan. Peristiwa itu cukup menyita pikiran, apalagi saya masih menyusui, Khaaliqa yang baru berusia 4 bulan,” Ola menjelaskan.
Kini, badai itu telah berlalu. Riri dan Ola sedang menikmati tumbuh kembang Khaaliqa. Seluruh rumah mereka yang berada di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan sekarang menjadi playground bagi Khaaliqa. “Pokoknya berantakan,” omel Riri, tapi dengan wajah berbinar. Sebagai ayah, Riri berusaha terlibat dalam mengurus anak. “Biasanya malam hari setelah saya menyusui, giliran tugas Riri menggendong Khaaliqa sampai bersendawa,” kata Ola, mengungkapkan. Riri pun dengan jujur mengaku ingin segera menambah momongan. “Biar sekalian repotnya,” katanya, sambil melirik manis istrinya. (f)