- Lemak Jenuh. Ditemukan pada produk hewani, seperti daging merah, mentega, atau susu murni. Pada bahan nabati lemak jenuh berasal dari minyak sawit atau minyak kelapa.
- Lemak Tak Jenuh. Umumnya terdapat pada produk-produk nabati, seperti minyak zaitun, minyak kedelai, minyak wijen, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, kacang-kacangan, dan avokad. Lemak ini berwujud padat pada suhu dingin, seperti jika tersimpan di kulkas, dan mencair pada suhu ruang.
- Lemak Trans. Terdapat pada margarin dan keju. Juga pada makanan yang mengandung shortening, seperti kue kering, roti, pastry, dan gorengan yang sangat renyah seperti keripik.
- Kolesterol. Kolesterol ada pada produk hewani, terutama pada kuning telur, jeroan, keju, dan udang.
- Omega-3, Omega-6, dan Omega-9. Omega-3 dapat ditemukan pada berbagai jenis ikan, seperti sarden, salmon, tuna, haring, dan makarel, serta telur, flaxseed, dan minyak canola. Omega-6 banyak terdapat dalam kacang-kacangan, sementara omega-9, selain diproduksi tubuh juga bisa didapat dari almond, avokad, minyak zaitun, dan minyak canola.
• Lemak nabati lebih baik dari hewani?
• Minum teh hangat setelah makan dapat mencegah lemak terserap tubuh?
Tidak benar. Untuk teh hijau, memang mengandung epiogallocatechin-3-gallate (EGCG) yang dapat membantu menurunkan kadar LDL.