Sebagian lagi memandang agama lebih sebagai identitas dirinya dan menekankan pada ritualnya, dan sering kali sulit bagi mereka untuk menerima pandangan dan keyakinan yang berbeda. Tak ada salah atau benar dalam hal ini, karena itu kita perlu saling menghargai perbedaan ini.
Kini semua tergantung bagaimana pandangan Anda dan kekasih dalam melihat perbedaan ini. Yang penting, pahami bahwa masing-masing tidak bisa memaksakan pandangannya pada pasangan. Dalam masa pendekatan ini mungkin Anda berdua bisa membicarakan secara terbuka semua kendala yang dihadapi serta merasakan bagaimana perbedaan agama ini memengaruhi hari-hari Anda.
Sedangkan psikolog Monty Satiadarma berpendapat, Ada pasangan yang mampu mempertahankan hubungan, walaupun berbeda keyakinan. Ada pasangan yang memiliki kesamaan keyakinan, namun tidak mampu mempertahankan hubungan mereka. Ada pula pasangan yang berbeda keyakinan pada mulanya lambat laun menghadapi masalah akibat berbeda keyakinan.
Jadi, walau keselarasan pribadi merupakan aspek utama, keyakinan itu sendiri merupakan bagian dari pribadi masing-masing. Idealnya tentu adalah selaras dalam kepribadian dan selaras dalam keyakinan. Ketika ada ketidakselarasan, apa pun landasannya, maka hal ini harus diupayakan untuk diselaraskan. Jika tidak, cepat ataupun lambat niscaya akan menimbulkan dampak kesenjangan yang bisa berbuntut pada perselisihan. (f)