Bukan itu saja, sejarawan JJ Rizal pun mengungkap bahwa Jalur Sutera yang namanya begitu kesohor berkat pedagang Tiongkok di kalangan pedagang dunia sebagai penghubung negeri Barat dan Timur itu, sebetulnya hanya sebagian dari Jalur Rempah yang ada di dunia. Lebih lanjut Rizal menjelaskan bahwa pada masa itu, rempah merupakan komoditi perdagangan yang lebih utama ketimbang sutera yang juga diperdagangkan oleh pedagang Tiongkok. Sayang, kepopuleran sutera lebih menonjol sehingga hingga saat ini kerap dikenal sebagai Jalur Sutera.
Tak ketinggalan antropolog kesehatan, Prof.Dr.Rusmin Tumanggor, MA, juga mengatakan bahwa kekayaan rempah di Indonesia sungguh bermanfaat bagi kesehatan masyarakat dunia. Contohnya saja, kapur dari daerah Barus, Sumatra Utara, ternyata sudah digunakan sebagai obat di Tiongkok sejak masa sebelum Masehi. Ingin tahu lebih lanjut tentang Jalur Rempah? Kunjungi Musewum Week 2015 di Museum Nasional, Jakarta. Jangan sampai terlewatkan!
Berlianti Savitri