Celebrity
Lalla: Mendorong Pemberdayaan Wanita

13 Mar 2015


Hidupnya bak kisah Cinderella. Terlahir dengan nama Salma Bennani (36), istri Raja Mohammed IV dari Maroko ini bukan berasal dari keluarga bangsawan. Ia adalah anak seorang guru yang tak merasakan kasih sayang ibu sejak kecil. Ketika  genap berusia 3 tahun, sang ibu, Naima Bensouda, meninggal dunia. Ia lalu tinggal dan dibesarkan oleh neneknya di Rabat, ibu kota Maroko.

Salma  tumbuh menjadi wanita cantik dan cerdas. Ia berhasil diterima masuk di sekolah ternama, Lyce Moulay Youssef. Di sana, Salma menerima pendidikan ala Prancis. Berkat didikan keras sang nenek, Salma berhasil mendapat beasiswa di salah satu universitas bergengsi Maroko, yaitu l’École Nationale Supérieure d’Informatique et d’Analyse de Systèmes. Tidak tanggung-tanggung, jurusan yang diambilnya adalah teknik informatika dengan spesialisasi rekayasa program. Nilai matematika dan sainsnya selalu di atas rata-rata. Ia pun menguasai 4 bahasa, yaitu bahasa Arab, Prancis, Inggris, dan Spanyol.

Prestasi gemilang semasa sekolah mengantarkan Salma bekerja di perusahaan IT ternama, Omnium North Africa Group (ONA Group), sebagai information services engineer. Perusahaan ini merupakan badan usaha swasta terbesar di Maroko yang sahamnya memang dimiliki keluarga Kerajaan Maroko. Di tempat kerjanya inilah, ia pertama kali bertemu dengan Raja Mohammed IV yang saat itu masih berstatus putra mahkota. Mereka bertemu pada suatu pesta kantor.

Meski bukan keluarga bangsawan, kecerdasan Salma berhasil menghipnotis Sang Putra Mahkota. Setelah setahun berpacaran, mereka menikah pada 12 Oktober 2001 dalam sebuah pernikahan yang dapat disaksikan publik. Sebuah pernikahan yang menghebohkan masyarakat Maroko pada waktu itu, karena selama ini pernikahan kerajaan selalu tertutup dan rahasia.
Advertisement

Setelah menikah, Salma tetaplah bersahaja. Ia bahkan tidak menunjukkan ambisi untuk segera menjadi bagian dari keluarga kerajaan. Ia juga tak berusaha menonjolkan dirinya dengan tetap bekerja di ONA. Barulah, setelah suaminya dinobatkan menjadi raja dan ia menjadi ratu, Salma berhenti berkarier.

Meski cantik dan berkuasa, ibu dari dua anak ini cenderung pendiam dan sangat rendah hati. Ia terkenal jarang menolak undangan acara-acara sosial yang membutuhkan bantuannya. Ia pun   tidak canggung untuk turun ke jalan dan berbaur dengan rakyatnya. Di negerinya, ia merupakan penggagas yayasan pencegahan kanker dan berhasil menggalang kerja sama internasional.   

Ia juga termasuk tokoh yang gigih terlibat dalam pencegahan HIV/AIDS yang marak merebak di Afrika. Kegigihannya membuahkan penghargaan bergengsi dari dunia Arab, yaitu Sharjah Voluntary Work Award. Ia pun mendapat penghargaan The Grande Croix de l’Ordre National du Mérité, dari pemerintah Senegal karena kepedulian dan kerja kerasnya untuk kemanusiaan bagi Maroko dan internasional.

Satu pekerjaan rumah bagi Ratu Salma yang masih ia galang hingga kini adalah mendorong kemajuan dan pemberdayaan wanita di Maroko. Seperti umumnya negara di Arab dan Afrika, posisi kaum wanitanya masih di posisi marginal. Masalah poligami pun bukan hal luar biasa di negera ini. Bahkan, ayah mertuanya pun memiliki istri lebih dari satu.  Untuk mendobrak itu, ia terus berusaha mendorong agar para wanita ini bisa mendapat kesempatan pendidikan tinggi seperti dirinya agar wanita mandiri dan berdaya menentukan kehidupannya.(f)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?