Career
Kursus Lagi, Yuk!

28 Oct 2013



Kompetisi dan tuntutan pekerjaan membuat  tiap pekerja profesional harus terus ‘haus’ ilmu, meski didapat dari ‘ekstrakurikuler’ yang bisa ditempuh lewat kursus-kursus singkat. Menurut Cherry Zulviyanti Riadi Lukman, konsultan Experd, kursus bisa menjadi suntikan energi baru dalam bekerja. Wawasan dan ilmu yang luas tak hanya didapat dari pengajar ahli, tapi juga dari diskusi langsung dengan sesama profesional yang bergerak di bidang yang sama.

Relevan dengan Pekerjaan
Kursus singkat untuk profesional biasanya berbasis komunitas dari latar belakang pekerjaan yang sama. Hal ini membuat peserta  makin mudah menggali hal-hal yang masih perlu ditingkatkan melalui materi-materi kursusnya. “Ini kesempatan untuk bertemu dengan komunitas seprofesi. Di sana pengembangan jejaring dan keterampilan praktis dapat terjadi secara cepat sehingga bermanfaat untuk kemajuan karier,” ujar Cherry.

Advertisement
Semua kursus, yang dapat memberi tambahan ilmu, sebenarnya baik diikuti. Entah itu yang berkaitan langsung dengan pekerjaan, seperti kursus reportase khusus investigasi untuk reporter, atau yang tak bersinggungan dengan pekerjaan namun tetap memberi nilai lebih. Irfadillah Yumarsa (32) misalnya, selama dua bulan berinisiatif mengikuti kursus make up artist.

“Sebenarnya kursus ini tidak memberi benefit secara langsung pada pekerjaan saya di bidang hukum. Tapi tetap bermanfaat, misal saya tak perlu repot-repot pergi ke salon jika ada acara resmi dari kantor. Untuk sehari-hari, saya juga bisa tampil lebih chic. Pekerjaan saya juga menuntut penampilan yang di atas standar,” ujar wanita yang menjabat sebagai micro legal manager sebuah bank swasta ini.

Cherry menyarankan, sebelum memutuskan  mengikuti salah satu kursus singkat, calon peserta terlebih dahulu harus mencari informasi secara rinci mengenai kursus yang akan diikuti. Di antaranya, materi yang diajarkan, durasi kursus, lokasi yang tidak merepotkan, latar belakang institusi penyelenggara, dan reputasi tenaga pengajar. Calon peserta juga perlu melakukan pertimbangan, apakah kursus yang akan diambil  banyak memberikan manfaat untuk perkembangan karier, pelaksanaan kerja, serta sejalan dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.(f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?