Food Trend
Kue Moho

28 Feb 2015


Kue moho atau  hwat kwee merupakan salah satu kue yang wajib hadir di meja makan sembahyang leluhur saat Imlek bagi etnis Tionghoa di Semarang. Awalnya, kue ini merupakan adat kebiasaan suku Hokkian di Semarang, lalu berkembang menjadi kebiasaan suku Cina lainnya di daerah ini, bahkan menyebar ke daerah lain.
Hwat kwee (hwat artinya merekah) mengandung makna harapan untuk rezeki melimpah seperti merekahnya puncak kue. Merahnya melambangkan kebahagiaan. Bentuknya mirip kue mangkok yang puncaknya merekah  ke empat penjuru. Bedanya, kue mangkok terbuat dari tepung beras, sedangkan hwat kwee terbuat dari tepung terigu serbaguna. 

Advertisement
Cara membuatnya cukup sulit, melalui dua tahap pengukusan. Bahkan, ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi dalam membuat kue ini. Antara lain, wanita yang sedang haid  tidak boleh ikut dalam pembuatan kue ini karena dianggap sedang tidak bersih. Selama pembuatan juga tidak boleh berkata-kata jelek, dan harus berhati gembira. Jika pantangan tersebut dilanggar, kuenya tidak akan merekah. 
Khusus untuk sajian meja sembahyang, hwat kwee dibuat superbesar dalam keranjang bergaris tengah 10-20 cm dan tinggi 5-8 cm karena diletakkan di bagian atas tumpukan kue keranjang. Dalam perkembangannya, kue moho kini nyaris tergantikan oleh kue mangkok, bahkan ada yang mendefinisikannya sebagai jenis kue yang sama. Modifikasi kue mangkok pun makin bervariasi, ada yang adonannya ditambahkan labu kuning atau ubi yang dihaluskan, tapi kurang populer untuk merayakan Imlek. 




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?