Health & Diet
Kontroversi Diet Alkaline

16 Feb 2016

Advertisement
 
Populer dipraktikkan oleh para selebritas papan atas internasional seperti Kristen Dunst, Victoria Beckham, Gwyneth Paltrow, hingga Beyonce, diet alkaline menjadi cara baru mendapatkan tubuh langsing impian seperti mereka. Lebih dari tujuannya meraih bentuk tubuh ramping, metode diet ini juga diyakini dapat menyehatkan dan menyeimbangkan kandungan pH dalam darah.
Namun, seiring popularitas diet ini yang  makin naik, banyak pula pandangan kontra yang muncul. Salah satunya, anggapan dari para pakar kesehatan yang menyatakan bahwa sebenarnya tubuh memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan kadar pH sendiri. Lantas, apakah diet alkaline memang benar-benar diperlukan agar bisa meraih tubuh yang sehat?
 
Gaya hidup yang sibuk sering kali membuat masyarakat urban modern kurang memperhatikan kandungan nutrisi makanan yang dikonsumsi. Mulai dari berbagai macam daging-dagingan untuk santap siang hingga gula dan kafein dalam secangkir kopi yang menemani hari-hari kita saat bekerja di kantor.
 
Bagi para penganut diet alkaline, ketika tubuh kelebihan mengonsumsi protein, gula, kafein, serta makanan yang diproses, tubuh akan didominasi asam. Dampaknya, tubuh akan terus bertambah bobotnya dan menjadi sasaran empuk berbagai macam penyakit.
 
“Makanan yang mengandung asam, lingkungan yang penuh racun, beberapa gaya hidup yang tak sehat, dan stres emosional dapat mengubah kadar pH dalam tubuh menjadi lebih asam,” tutur Vicki Edgson, terapis nutrisi, dan Natasha Corrett, koki makanan organik, dalam buku The Honestly Healthy. Buku ini pun menjadi panduan banyak pelaku diet alkaline di berbagai dunia, terutama selebritas internasional. Salah satunya adalah Sienna Miller, yang juga saudara tiri dari Corrett.
 
Padahal, untuk meraih tubuh yang sehat, tubuh kita harus memiliki kadar pH yang seimbang. Sementara, tubuh akan menjadi bersifat asam jika kadar pH dalam darah kurang dari 7 dan bersifat basa jika pH-nya di atas 7. Kadar pH ideal yang harus dimiliki oleh tubuh manusia adalah 7.35 – 7.45, atau memiliki kadar alkaline (basa) yang lebih. Untuk menyeimbangkan itu, seseorang dianggap harus mengonsumsi makanan-makanan dengan kadar alkaline (basa) yang tinggi. Seperti itulah konsep dari diet alkaline.
 
Seperti ditambahkan oleh Kristen bahwa tujuan dari mengonsumsi makanan yang mengandung basa adalah untuk mengoreksi keseimbangan pH, mengurangi peradangan sistemik dan menciptakan kesehatan yang optimal. Beberapa manfaat kesehatan lain dari diet alkaline ini adalah menurunkan berat badan secara permanen, keseimbangan hormon, terhindar dari osteoporosis, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga diklaim dapat menyembuhkan kanker.
 
Terdapat daftar panjang makanan  yang dianjurkan untuk dikonsumsi bagi para penganut diet alkaline. Mayoritas buah dan sayuran yang mengandung basa sehingga masuk dalam daftar asupan wajib para pelaku diet alkaline. Sayur-sayuran yang mengandung basa misalnya brokoli, wortel, kembang kol, mentimun, asparagus, bayam, dan kale. Untuk buah,  ada tomat, apel, avokad, pisang, blackberry, semangka, nanas, hingga jeruk. Air putih, teh herba, teh hijau, madu organik, hingga kacang almond juga merupakan jenis makanan dan minuman yang mengandung basa. Adapun makanan-makanan asam yang sebisa mungkin untuk dihindari adalah dairy products, protein daging, ayam dan ikan-ikanan, gula, hingga kafein.
 
Kendati harus memaksimalkan konsumsi makanan basa, program pada diet alkaline tak berarti harus meninggalkan makanan asam sama sekali. Karena, sebenarnya asam adalah salah satu bagian terpenting dalam kesehatan tubuh manusia, seperti asam amino, asam folat, asam lemak, dan DNA kita sendiri (asam deoksiribonukleat). Sehingga, ada beberapa komposisi makanan basa dan asam dalam program diet alkaline. Ada yang menganjurkan metode 70 : 30, ada pula metode 80 : 20. “Maksudnya adalah 80 persen konsumsi makanan basa, 20 persen konsumsi makanan asam,” jelas Vicki dan Natasha lagi. (f)
 



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?