Celebrity
Kisah Dramatis Taraji P. Henson

21 Oct 2015

Kalau melihat rekam jejak wanita yang semasa muda ingin menjadi insinyur ini, Taraji P. Henson, pemeran Cookie dalam serial Empire, sepertinya terbiasa memerankan tokoh-tokoh wanita yang perkasa. Dan lagi-lagi, semua karakter itu mampu ia perankan dengan sangat baik. Benarkah Taraji memang wanita yang tough sehingga ia tak kesulitan berakting di depan kamera?
   
Dalam hal ini, Taraji tidak pernah melupakan satu peristiwa horor yang kelak membentuk kepribadiannya. Satu peristiwa ketika ia dan ibunya dirampok, bukan hanya sekali tetapi sampai dua kali. “Saat itu saya masih berusia 6 tahun. Seorang pria yang memakai topi kupluk musim dingin dengan menggenggam pistol berlari mendekati saya dan Mama yang sedang berada di lapangan parkir gedung apartemen kami,” kisah Taraji, sambil menambahkan si perampok menjambak rambut ibunya, kemudian merebut tas yang ibunya bawa.
   
Berikutnya, perampokan terjadi –lagi-lagi-- di lapangan parkir. Kali ini, mamanya, seorang manajer di sebuah perusahaan, berteriak sekuat-kuatnya, meski akhirnya si perampok memukul muka sang mama hingga retina matanya robek. “Moral cerita dari kedua peristiwa itu, saya pikir kita harus menjadi seseorang yang kuat. It feels good to act tough, even in a movie,” kisahnya.
   
Hidup Taraji  memang penuh liku dan dramatis. Di usia 15 tahun, ia merayakan kelulusannya dari SMU berbarengan dengan melahirkan anak laki-laki, Marcell Johnson (kini 20 tahun). Ia pun memulai babak baru hidupnya dengan menjadi ibu tunggal, karena ia tidak pernah menikah dengan pria --ayah anaknya-- yang dua tahun kemudian tewas dibunuh.
   
Taraji tidak pernah mau bicara mengenai peristiwa pembunuhan itu. Namun, ia tak segan bercerita, bagaimana ia harus melanjutkan hidup dengan mengambil kuliah di   Electrical Engineering di North Carolina Agricultural and Technical State University. Ia lalu berubah pikiran untuk mengejar karier sebagai engineer gara-gara tidak lulus mata kuliah pre-calculus.

Advertisement
“Saya lalu menyadari bahwa sebetulnya saya lebih suka berakting. Ayah saya kemudian meminta saya pulang ke rumah dan mengambil jurusan teater di Howard University,” katanya. Namun, sebelumnya selama setahun ia bekerja sebagai sekretaris di Pentagon untuk membayar student loan-nya di kampus sebelumnya. Setelah kembali ke bangku kuliah, ia bekerja dobel, pagi hari di Pentagon dan malam hari sebagai penyanyi, penari, sekaligus pelayan di restoran kapal pesiar.

Lulus dari kuliah, lagi-lagi ayahnya yang mendorong dia untuk pindah ke Los Angeles. “Dia bilang, tidak ada yang bisa saya lakukan di sini. Semua mimpi itu ada di Hollywood,” katanya. Berkat ayahnya juga, ia mendapatkan uang saku patungan dari para sanak kerabat untuk biaya. Seorang teman yang bekerja di airline memberinya dua tiket gratis ke Los Angeles.

 “Saya datang ke Hollywood sebagai ibu muda yang miskin dengan satu anak, tanpa koneksi, tanpa rumah, juga tanpa pekerjaan,” ia mengenang. Namun, bukan Taraji kalau menyerah dengan fakta itu. Ia lalu datang dari satu casting ke casting lain, hingga mendapatkan peran-peran kecil di serial televisi, seperti ER, Smart Guy, Felicity dan Pacific Blue. Baru pada tahun 2001, pintu karier mulai terbuka lebar setelah ia berhasil mendapatkan peran utama di film Baby Boy, film yang menjadi titik balik kariernya.

Setelah itu, Taraji mampu bergerak mulus antara serial televisi dan film layar lebar. Ia membintangi drama kriminal The Division, lalu film Hustle & Down (2005), yang membuatnya berhasil memenangkan Black Movie Award for Outstanding Performance. Publik secara luas pasti akan mengingatnya sebagai Queenie, ibu angkat Benjamin Button yang diperankan oleh Brad Pitt, di film The Curious Case of Benjamin Button.  

Kini, buah kerja keras itu sudah dipetik hasilnya. Ia kini masuk  dalam list 25 artis kulit hitam dengan penghasilan terbesar. Meski  tidak pernah menikah hingga kini, wanita yang pernah dekat dengan Lamar Odom (mantan suami Khloe Kardashian) dan sering digosipkan sebagai TTM (teman tapi mesra) seumur hidup Tyrese Gibson (aktor Fast & Furious) ini mengaku dalam hidupnya hanya anaknyalah yang terpenting. “Marcell sudah masuk college dan sekarang sedang merintis karier sebagai penulis. Dia menulis esai, cerita, juga punya bakat musik,” ujarnya, sambil menambahkan, “My career’s good, but I think about my family. It’s just the two of us.” (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?