Satai Komoh
Di tempat asalnya, satai komoh menjadi bagian dari hidangan rawon satai. Mirip rawon lain, namun kuahnya bening. Bumbu rawon lebih menggigit, apalagi ketika dicampur dengan bumbu dari satai komoh dan sambal kecambah (sambal taoge).
Bumbu satainya kemerahan, dari bawang merah, bawang putih, daun jeruk, cabai, dan kemiri. Ini alasan mengapa nama satai bumbu rujak juga melekat. Jauh berbeda dengan satai berbumbu saus kacang. Untuk penyajian, terkadang ditambahkan lagi bumbu rujaknya pada satai matang agar makin sedap.
Ini kue kuno produksi di Toko Kue Bikang Peneleh, Jl. Peneleh, Surabaya puluhan tahun silam.
Tampilannya menarik, sebagaimana carabikang umumnya, dengan paduan warna hijau atau cokelat dan putihnya santan wangi.
Bahan-bahan bikang peneleh sebenarnya sederhana, namun tak semua penjual bisa menyamai kualitas di toko ini. Santannya dari kelapa pilihan, dengan etpung beras kualtias baik, agar legit. Apalagi ketika disantap panas!
Menurut pemerhati kuliner dan praktisi kuliner Kelanarasa, Culinary Solution, Arie Parikesit, toko ini mempertahankan proses memasak bikang di atas kayu bakar, dengan api kecil. Ketelatenan ini menghasilkan aroma asapa pada kue yang selalu istimewa.(BERLIANTI SAVITRI)