Career
Ketika Karyawan Resign

7 Oct 2014

Pepatah nothing lasts forever tidak hanya berlaku dalam relasi percintaan saja, tapi juga hubungan profesional Anda dengan bawahan. Bedanya, sebagai atasan, Anda memiliki posisi yang lebih menguntungkan untuk melakukan negosiasi dengan karyawan yang mengajukan pengunduran diri. Endang Santi Santi, VP Business Management Support Bank UOB, dan Lea Kartika, Communications Director PT Ford Motor Indonesia, membagi pengalaman mereka dalam menghadapi pengunduran diri karyawan.  

Mengapa dan Apa
Tiap manusia pasti menginginkan masa depan yang lebih baik. Demikian pula dengan karyawan Anda. Pemikiran itulah yang selalu tertanam dalam diri Santi. Jadi, ia tidak pernah kaget jika sewaktu-waktu ada anak buahnya yang mengajukan pengunduran diri.
   
Bahkan, menurutnya, gejala-gejala pengunduran diri itu sudah bisa terlihat sejak awal. “Kita bisa lihat dari komitmennya dalam menyelesaikan tanggung jawab, bagaimana keterlibatannya dalam team work, antusiasmenya dalam mengerjakan tugas-tugasnya, serta relasi sosialnya dengan rekan kerja yang lain,” papar Santi, yang merupakan finalis Kompetisi Wanita Karier Femina 2012/2013 ini.
   
Jika selama bekerja seorang karyawan sudah menunjukkan gelagat tidak betah, kemungkinan ia akan mengundurkan diri dengan cepat sangat besar. Dengan memahami hal-hal semacam itu, Santi pun lebih siap dalam menghadapinya.
Advertisement
   
Meski begitu, penting bagi Anda sebagai atasan untuk menelaah lebih jauh apa alasan pengunduran diri karyawan Anda. “Selain tidak betah, ada karyawan yang mengundurkan diri karena memang ingin pindah demi mencari gaji atau tanggung jawab yang lebih besar, atau sebenarnya ia tidak ingin pindah, tapi tiba-tiba ia mendapat tawaran baru yang lebih menarik,” papar Santi.
   
Dengan mengetahui alasan di balik pengunduran diri itu, seorang atasan dapat menentukan strategi selanjutnya, lepas atau pertahankan? Terlepas dari seberapa gemilangnya prestasi anak buahnya, Santi tidak mau repot-repot bernegosiasi untuk mempertahankan seorang karyawan yang sudah pindah ke lain hati.

“Kalau dasar dari kepindahannya adalah karena sudah tidak betah, perubahan value, atau passion yang sudah berganti, percuma juga dipertahankan. Seandainya bisa dipertahankan pun, biasanya komitmennya terhadap pekerjaan akan berkurang. Dan bisa diperkirakan, dalam waktu tak terlalu lama, ia pasti akan kembali mengajukan pengunduran diri,” jelasnya.
Menurut Lea, pertimbangan lain yang paling krusial adalah prestasi serta kontribusi karyawan tersebut terhadap perusahaan. “Apakah karyawan tersebut merupakan key talent perusahaan yang memegang peranan cukup penting bagi perusahaan? Hal ini bisa dilihat dari konsistensi prestasi serta potensinya untuk berkembang,” ujar Lea, finalis Kompetisi Wanita Karier Femina 2011/2012. (f)




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?