“Semua ini diawali oleh pertemuan saya dengan seorang penjual sapu berbahan jerami. Sapu itu ia jual dengan harga murah. Tampilannya yang unik dan berdetail membuat saya ingin tahu cara pembuatannya,” ujar Caroline, mengenai awal mula ia memulai toko itu. Rasa ingin tahu itu membawanya untuk datang ke desa tempat sapu tersebut diproduksi dan menemui pembuatnya langsung. Di sana ia pun menyadari bahwa proses pembuatan dan keindahan detail dari sapu tersebut tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan. Karenanya, Caroline memutuskan untuk membawa barang hasil keterampilan tangan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Dari situlah ide barang-barang kerajinan lainnya muncul, hingga akhirnya, tahun 2012, Caroline memulai Paisley Things.
Paisley Things itu sendiri merupakan salah satu program dari Yayasan The Darius Tobing yang mendukung perajin dalam berkarya dari desa mereka. Program ini bertujuan untuk memberdayakan mereka dalam mengoptimalkan keterampilan dan material yang tersedia di sekitar mereka. Sehingga, ketika seseorang membeli produk tersebut, ia tak hanya membantu para perajin itu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tapi juga memberi penghargaan pada keterampilan yang mereka warisi turun-temurun.(f)