Tapi, jangan menyalahkan asam lambung, karena sesungguhnya senyawa HCl ini sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu mencerna makanan yang masuk ke lambung agar mudah diserap usus halus. Fungsi penting asam lambung yang lain adalah membunuh bakteri dan kuman yang masuk dalam tubuh bersamaan dengan masuknya makanan. Yang menjadi masalah adalah jika produksi asam lambung terlalu banyak dan tidak berfungsinya lower esophageal sphincter (LES), yaitu semacam klep antara kerongkongan dan lambung. Kedua hal ini membuat asam lambung berbalik ke kerongkongan.
“Dalam jangka panjang, penyakit asam lambung yang tidak diobati akan menimbulkan komplikasi di daerah kerongkongan seperti radang, perdarahan, dan penyempitan kerongkongan bawah,” jelas dr. Ari.
Bahkan, GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dinding dalam kerongkongan yang memicu terjadinya penyakit Barrett’s, yaitu lesi prakanker yang berkembang menjadi kanker kerongkongan. Di luar saluran cerna, asam lambung dapat menimbulkan komplikasi dan menyebabkan erosi pada gigi, sakit tenggorokan, sinus, laringitis, asma, dan penyakit paru-paru.
Namun, dr. Ari menegaskan, GERD tidak akan langsung menyebabkan kematian. Pada beberapa kasus pasien penderita asam lambung, kematian disebabkan oleh penyakit lain yang menyertai GERD, seperti serangan jantung, gangguan paru, dan obesitas.
Daria Gumulya