Apa tantangannya menjalin hubungan dengan difabel, mengingat masalah komunikasi sangat krusial dalam hubungan?
Tiap hubungan interpersonal mengandung tantangan, baik itu dengan individu normal maupun mereka yang memiliki keterbatasan. Tantangan terbesar kita adalah mindset. Istilah ‘difabel’ merupakan mindset yang harus Anda hindari. "Ketika Anda sudah memiliki persepsi tersebut, maka Anda akan terjerumus untuk mengatasi abnormalitas orang lain. Padahal, menjalin hubungan dengan orang normal juga bukan hal yang sederhana," papar psikolog Monty Satiadarma.
Anda otomatis menempatkan diri Anda lebih superior dari dirinya. Hindari hal ini. Sebaliknya, justru telaah apa yang ia butuhkan. Ada pesan apa di balik komunikasinya yang terkesan sulit, dengarkan dengan saksama, pahami kebutuhan pribadinya, kenali dirinya dengan baik, dan dampingi dirinya meniti langkah menuju sasaran.
Dalam konteks komunikasi, kata ‘ko’ di sini merupakan kebersamaan (saling). Ingatlah, kita tidak mungkin mendengar, jika kita terlalu banyak bicara. Dan, masalah terbesar lain dalam komunikasi adalah pada umumnya individu ingin didengar, bukan mendengarkan. Desakan atau dorongan untuk ingin didengarkan merupakan bentuk mencari perhatian.
Kecenderungan membutuhkan perhatian ada pada semua orang. Akan tetapi, dalam membina komunikasi, cobalah untuk lebih memperhatikan orang lain daripada mencari perhatian dari orang lain. (f)