Sesibuk-sibuknya seseorang, apabila ia menaruh perhatian khusus pada kekasih, tentu ia akan menyisihkan waktu bagi kekasih. Sesungguhnya, ia juga mengharapkan pengertian Anda atas dirinya sekiranya Anda masih berniat membina hubungan lebih baik dengannya. Singkatnya, ia merasa jika Anda bisa memberikan banyak waktu untuk pekerjaan, pimpinan, serta orang-orang di kantor, demikian sulitkah Anda memberikan waktu baginya?
Anda tak layak menjadikan ini sebagai kebimbangan jika berniat mengembalikan hubungan harmonis. Ketika sedang bersama dia, janganlah menyibukkan diri dengan ber-SMS, karena pengalihan perhatian ini merupakan sikap penelantaran emosional. Jika kondisi ini dirasakan berlebihan, maka ketegangan akan mudah muncul. Jika Anda akan menghadapi meeting sebaiknya beritahu dirinya dan mohon maklum jika nantinya telat membalas SMS.
Setiap orang mempunyai prioritas yang berbeda-beda. Apabila pekerjaan dan karier merupakan prioritas Anda, tentu Anda menangani pekerjaan dengan serius, mencurahkan waktu dan tenaga agar mendapatkan hasil maksimal. Tetapi tidak semua orang dapat melihat seperti ini. Sepertinya, kekasih Anda mempunyai sifat dan kebiasaan yang jauh berbeda dengan Anda.
Dengan sifatnya yang terus-menerus ingin mendapatkan perhatian, kekasih berharap Anda akan mencurahkan perhatian lebih besar pada dirinya. Apalagi bila kekasih mempunyai bobot kerja yang berbeda sehingga mempunyai banyak banyak luang. Ketika kebutuhan ini tak terpenuhi, ia pun marah dan merajuk bagai anak kecil yang manja. Akhirnya, semua ini akan menjadi sumber perselisihan paham.
Adalah tugas Anda untuk membukakan mata kekasih tentang sikap hidup Anda yang ingin bersikap profesional dalam bekerja. Buat kesepakatan kapan Anda berdua bisa meluangkan waktu untuk berkomunikasi di luar waktu kerja. Adanya perbedaan tidak akan menimbulkan masalah selama Anda berdua bisa saling menghargai pandangan dan sikap hidup masing masing. (f)