Mereka yang berinteraksi dengan Anda pun menerima refleksi kecenderungan pribadi Anda ini, walau tentu tidak menyadari. Seperti halnya juga Anda tidak menyadari kondisi yang Anda hadapi. Singkatnya, dorongan perilaku Anda dalam hal ini hanya sampai sejauh mampu memikat dan tidak terarah pada kelanggengan hubungan emosional. Analoginya adalah siswa yang belajar sekadar beroleh ijazah, bukan untuk berkarya dengan bekal keterampilannya.
Cobalah membuka hati untuk memperoleh hubungan yang sehat. Tidak banyak orang beruntung bisa menemukan cinta sejati. Jika Anda merasa telah menemukan pria yang tepat dan bisa diandalkan untuk menjadi pasangan hidup kelak, maka jagalah cinta Anda. Jangan sampai Anda menyesal ketika ada pria yang benar-benar mencintai Anda justru Anda sia-siakan. Hal-hal baik terkadang tak selalu terulang kembali. (f)