Money
Keindahan Investasi Karya Seni

14 Aug 2012

Secara umum, harga karya seni memang cenderung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Tak heran jika karya seni bisa menjadi investasi bernilai tinggi. Mungkin kisah investasi pada karya seni yang paling penting adalah ketika pengelola dana pensiun Perusahaan Umum Kereta Api Inggris (British Rail Pension) dengan bantuan Sotheby's menginvestasikan sekitar 70 juta dolar dalam bentuk karya seni rupa mulai tahun 1974.  Lalu, tepat pada saat boom seni rupa terjadi tahun 1989, sebagian dari karya yang dimiliki dana pensiun British Rail itu dilelang. Nilainya sungguh fantastis. 
Sebuah potret dengan medium pastel karya Renoir yang dibeli dengan harga  230.000 dolar di sebuah lelang tahun 1976, terjual dengan harga  2,4 juta dolar. Tak hanya itu, tiga belas dari dua puluh lima karya milik dana pensiun itu terjual melampaui harga   1 juta dolar. Bahkan, sebuah karya Monet terjual dengan harga  11,5 juta  dolar dan karya Renoir yang lain terjual dengan harga  17,7 juta dolar. Hasilnya, penjualan koleksi dana pensiun British Rail dalam lelang itu mencapai 34,8 juta poundsterling  atau  52,8 juta dolar, yang artinya memberikan keuntungan 20% per tahun. Koleksi yang lain dijual sepanjang dekade berikutnya, dan pada akhirnya secara keseluruhan memberikan keuntungan sebesar 11,3%. 
Menurut pemantauan Indeks Seni Rupa Mei Moses (yang dibentuk oleh Jiangping Mei dan Michael Moses, dua dosen di Sekolah Bisnis Stern dari New York University of Business), dalam 25-50 tahun belakangan ini karya seni memberikan keuntungan 10,5% per tahun. Itu sedikit lebih rendah dibanding indeks saham (yang diwakili saham-saham S&P 500) yang memberikan keuntungan 10.9% per tahun. Namun, dalam 5-10 tahun terakhir, karya seni secara signifikan justru memberikan hasil yang mengungguli saham.  Perlu diingat bahwa indeks itu tidak menyertakan semua perupa, tapi terfokus pada perupa mapan yang karya-karyanya meraih harga yang tinggi di lelang.
 
Tidak dapat dipungkiri bahwa seni rupa patut dipertimbangkan sebagai pilihan investasi yang menarik. Di luar negeri, sejak sekitar tahun 2004, banyak perusahaan keuangan yang menawarkan jasa investasi dalam bentuk karya seni rupa, di antaranya yang paling terkenal adalah Fine Art Fund, ArtPlus, Art Collector’s Fund, dan Meridien Art Partners. Bahkan, beberapa bank pun menawarkan portofolio investasi dalam seni rupa. 

Bagaimana keadaannya di Indonesia? Dalam dua tahun terakhir harga-harga karya maestro lama (old masters) Indonesia, di antaranya Affandi, Sudjojono, Hendra Gunawan, dan Lee Man Fong, melonjak sangat tinggi, rata-rata dari ratusan juta rupiah menjadi miliaran rupiah. Sayangnya, pada saat ini belum ada indeks seni rupa yang khusus memantau harga-harga karya seni rupa Indonesia, sehingga tepatnya berapa keuntungan yang didapat dari investasi dalam karya seni rupa di Indonesia, belum dapat dikuantifikasi. (f) 

Advertisement
Foto: Corbis




 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?Â