Menurut psikolog seksual Zoya Amirin, sebagai makhluk sosial tiap manusia memiliki zona-zona psikologis, yaitu tempat seseorang mengizinkan orang lain berada dekat dengan mereka dalam batasan-batasan tertentu. Hal ini muncul dari kebutuhan manusia untuk bersosialisasi dengan orang lain, agar mereka dapat menjalani kehidupan secara manusiawi. “Cara seseorang memberikan batasan itu tergantung pada seberapa rela ia menjadi rapuh (vulnerable) dan telanjang (naked) secara psikologis di hadapan orang lain,” jelas Zoya.
Karena tak terbiasa menghadapi perasaannya sendiri, mereka tumbuh dengan hasrat seksual tinggi, namun minim mengekspresikan rasa kasih sayang. Ketika mengalami stres, mereka tidak terbiasa untuk mengungkapkan perasaannya seperti halnya wanita. Seks pun menjadi jalan yang paling mudah untuk mengungkapkan rasa cinta atau kasih sayang.
Padahal, tidur bersama adalah kesempatan pasangan belajar merelakan zona pribadi untuk dinikmati bersama orang lain. Ketika hal ini mampu dilakukan secara timbal balik, akan ada ketenangan yang timbul dari alam bawah sadar, yang dapat dirasakan oleh keduanya ketika tidur. Adanya rasa nyaman ketika berada dekat dengan pasangannya adalah tanda keintiman berkualitas, bukan semata berhubungan seks tanpa koneksi emosi. Menjalani hubungan seperti ini mampu membuat Anda merasa dicintai. (PUJI MAHARANI)