Celebrity
Karina Salim Balet 3 Kali Seminggu

7 May 2015


Bisa dibilang, saat ini Karina Salim sedang laris manis di dunia hiburan. Selalu ada tawaran baru datang kepadanya, termasuk bermain dalam serial Radio Show yang diputar di Pelangi TV dan nonton.com. Tapi, selain itu, ia memiliki tanggung jawab besar untuk menamatkan sekolah baletnya di Namarina Dance Academy.
   
“Balet itu capek dan menyakitkan. Saya pernah ingin menyerah dan berhenti, tapi ibu saya selalu meminta saya terus menari balet sampai mendapat sertifikat dari Royal Dance Academy of London. Ibu tidak mau saya hanya dikenal sebagai penari, tapi juga harus mendapatkan gelar yang diakui secara internasional. Setidaknya, setelah itu saya bisa mengajar balet kalau mau.”
   
Permintaan ini dirasa berat karena mau tidak mau Karina harus berlatih balet tiga kali seminggu. Sementara itu, kesibukan syuting sempat membuatnya bolos dan terpaksa berusaha keras mengejar ketinggalan. Baginya, hal ini membutuhkan dedikasi luar biasa. Meskipun demikian, wanita yang pernah memenangkan lomba menari jazz ballet se-Indonesia ini mengakui bahwa apa yang dia dapatkan sekarang semuanya berawal dari balet. Di sini pulalah bakat aktingnya pertama kali digembleng.
   
“Tiap tahun selalu ada pementasan balet, contohnya tahun ini, bertema Cinderella. Ada ambisi di antara penari siapa yang bakal memerankan Cinderella, ibu tiri, dan peran lainnya. Ketika semua cast sudah terkumpul, kami tidak hanya menari, tapi juga mendapatkan ilmu dasar berakting,” ujarnya.
   
Advertisement
Disiplin memang sudah ditanamkan oleh ibunya sejak Karina masih kanak-kanak. Di bangku sekolah dasar saja, dia terbiasa pulang pukul delapan malam demi mengikuti berbagai kursus dan kegiatan. Dia juga tidak pernah mendapat uang jajan hingga lulus kuliah!

“Saya selalu iri melihat teman-teman bisa ke Bali dari tabungan uang jajan mereka. Terkadang, saya meminjam uang Rp2.000 hanya untuk membeli camilan atau berutang di kantin selama sebulan. Akibatnya, sampai sekarang jajan menjadi guilty pleasure saya. Saya bisa kalap jajan cimol di pinggir jalan  tiap kali ke Bandung, walaupun setelahnya saya diare karena tidak terbiasa jajan,” kenangnya.
   
Keluarga juga yang menginspirasi Karina merintis salon wax di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, bersama sahabatnya. Ayahnya adalah seorang pengusaha dan kakaknya juga memiliki beberapa barber shop. Ia lantas berpikir untuk membuat versi perempuannya, mumpung ia baru lulus kuliah business management. “Ilmunya masih hangat di kepala, jadi saya bertekad membuka usaha dengan menginvestasikan uang sendiri,” ujarnya. Kini, salon The Sucre Wax tersebut ramai pengunjung dan Karina tidak segan-segan meladeni sendiri waxing pelanggan saat salonnya ramai.

Sukses menjalani bisnis, akting, dan menyanyi, saat ini Karina mengaku belum bisa memilih mana yang akan ditekuninya. Terbiasa sibuk sejak kecil membuatnya merasa gelisah saat memiliki banyak waktu luang. Tidak mengherankan bila penggemar lagu-lagu film Disney ini masih sempat melakukan aksi sosial bersama teman-temannya. Saat ini sudah 7 tahun Karina bergabung dengan Leo Jakarta Cosmo Teens, kelompok kegiatan sosialnya.

Saat femina bertanya apakah kekasihnya pernah protes dengan segudang kesibukannya itu, Karina menjawab sambil tersenyum, “Dari dulu kami sama-sama aktif, jadi tidak pernah menjadi masalah. Kalau untuk menikah, sepertinya masih 2-3 tahun dari sekarang.” (f)



 



polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?