Sebenarnya apa sih yang membuat suami Anda betah sekali bermain video game hingga berjam-jam? Riset investigasi bersama antara University of Rochester dan Immersyve, Inc. (perusahaan game komputer di Amerika) pada 2007 mengungkap bahwa video game tidak hanya menawarkan fun, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan dasar psikologis pemainnya, berupa penghargaan, kebebasan, dan relasi.
Karena itu, menurut psikolog perkawinan Kassandra Putranto, langkah introspeksi menjadi bagian penting untuk menghadapi suami yang seperti itu. Ketika suami sedang seru-serunya bermain, untuk bisa meraih perhatiannya, istri harus berusaha keras.
“Cobalah untuk memanfaatkan sisi lembut dan manja Anda. Cara ini biasanya justru lebih efektif daripada omelan,” saran Kassandra. Kalau perlu, minta suami untuk mengikutsertakan Anda dalam game berpasangan. Awalnya mungkin ia akan kaget, selanjutnya ia akan merasa tersanjung. Ia akan merasa bahwa akhirnya Anda bisa menangkap sisi kreatif dari permainan ini. “Saat Anda dan suami berada pada level komunikasi yang sama, lebih mudah bagi Anda untuk berbicara dan mendapat perhatiannya,” tambah Kassandra.
Apabila komunikasi sudah cair, Anda bisa mulai membuat kesepakatan bersama dengan pasangan. Misalnya, karena anak-anak sudah mulai sekolah, agar tidak mengganggu konsentrasi belajarnya, suami hanya boleh main game setelah mereka tidur.
Apabila kasus suami Anda sudah cukup parah, Anda bisa meminta bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater. Untuk mendapat penanganan yang tepat, maka penderita harus melalui tahap assesment dan rangkaian terapi behavior yang telah disesuaikan. (f)