Namun, ada kalanya furnitur yang dibawa oleh kliennya sudah dalam kondisi yang cukup rapuh, sehingga Tama lebih menyarankan untuk membeli yang baru. “Bila rangka dan bagian lain sudah rusak dan usang, lebih baik membeli yang baru. Karena, diperbaiki pun belum tentu awet dan terkadang harga membeli baru tak jauh beda dari harga perbaikannya,” ungkapnya.
Menurutnya, jenis kain satu ini juga lebih sejuk di kulit dibandingkan linen biasa maupun katun. Linen kanvas organik juga mudah dibersihkan bila terkena noda makanan atau kotoran lainnya. Sekalipun sering dicuci, warnanya akan tetap awet sehingga Tama tak ragu untuk menerapkan warna-warna cerah yang menjadi salah satu ciri mereknya.
Tak hanya terbatas pada sofa, kini Tama sudah menggunakan linen kanvas organik untuk dibuat menjadi furnitur dan aksesori interior lainnya. Dari sarung bantal, taplak meja, alas piknik, tempat tisu, hingga karpet dengan desain yang bisa dikreasikan dari segi motif maupun ukuran. “Bagaimanapun juga, desain harus disesuaikan dengan interior. Bila interiornya sudah banyak dekorasi, sebaiknya pilih motif dan warna yang tidak ramai,” saran Tama. (f)